Tipe-tipe Mahasiswa yang Ikut Demonstrasi

sumber gambar dari pexels.com

Mahasiswa acapkali dikaitkan dengan perubahan. Seperti julukan kerennya, yaitu “agent of change” alias agen perubahan. Sebab mahasiswa kendati belajar mata kuliah di kelas, sesungguhnya yang diharapkan adalah kelas di luar ruangan, yakni membawa perubahan bagi lingkungan atau masyarakat. Paling tidak, ya, untuk diri sendiri. Masa menjadi mahasiswa tetap sama dengan murid sekolah, begitu katanya.

Berbicara soal agen perubahan, mahasiswa kerap dikaitkan juga dengan isu-isu yang ada di daerah atau nasional. Contohnya, jika ada kebijakan pemerintah yang dirasa kelewatan, mahasiswa dituntut untuk protes atas kebijakan tersebut. Salah satu caranya adalah demonstrasi. Demonstrasi juga kerap seringkali disandingkan dengan mahasiswa, kalau ada mahasiswa yang tidak pernah demo dirasa belum afdal menjadi mahasiswa.

Saya sendiri walaupun terhitung cuman remahan pernah ikutan demonstrasi, karena dirasa ikut demonstrasi adalah bagian dari hak saya menjadi rakyat atau mewakili rakyat yang suaranya tidak bisa disalurkan. Seperti kata youtuber terkenal bernama Skinnyindonesian24, voice the voiceless yang artinya menyuarakan suara yang tidak bisa bersuara.

Demonstrasi saking erat dengan mahasiswa, salah satu mahasiswa terkenal di zamannya yaitu Soe Hok Gie menulis buku yang berjudul Catatan Seorang Demonstran yang berisi riwayat hidupnya, yang mana sebagian besar menjadi mahasiswa demonstran. Para pejabat yang kita kenal hari ini, banyak yang berawal dari mahasiswa yang kerap melakukan demonstrasi, apalagi yang angkatan 98.

Namun, apakah mahasiswa ikut demonstrasi benar-benar niat untuk menyuarakan suara rakyat? Menentang kebijakan pemerintah? Sepertinya, kenyataannya tidak berbicara demikian. Banyak saya temukan mahasiswa yang ikut demonstrasi, tapi di lapangan malah melakukan hal-hal lain. Seperti apa sih, tipe-tipe mahasiswa yang ikut demonstrasi? Baca hingga selesai.

BACA JUGA YUK :  Macem-macem Orang Kalo Lagi di Lift.

Demonstrasi Disuruh Senior

Banyak mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam organisasi eksternal, dan kita tahu bahwa dalam organisasi eksternal acapkali perintah senior adalah mutlak. Maha benar senior dengan segala perintahnya, jauhi segala larangannya. Jiii, sudah macam apa saja ya. Fyi, banyak kok demonstrasi yang acapkali dilakukan organisasi dan para junior disuruh ikut agar meramaikan demo. Jadi, ya, ada yang terpaksa karena ini.

Demonstrasi Demi Investasi

Investasi yang saya tulis di sini bukanlah berupa materi, atau keuntungan yang berupa harta. Bukan sama sekali. Tapi, investasi di sini adalah modal untuk seorang mahasiswa kedepannya. Banyak yang ikut demonstrasi, lalu maju orasi di depan mahasiswa lainnya agar dia dikenal oleh banyak orang, dan dipandang progresif. Untuk apa? Itu dia, pastinya untuk modal saat dia maju dalam kontestasi politik di kampus.

Jika sering dilihat aktif sebagai mahasiswa demonstran, banyak mahasiswa lainnya tertarik hatinya dan tersentuh kalau yang sering aktif dan berorasi adalah pemimpin yang layak untuk memimpin kelak. Jadinya, tentu saja saat kontestasi politik orang-orang sudah paham muka dia, dan akhirnya dicobloslah ia. Biar jadi presiden BEM, baik tingkat fakultasnya atau universitasnya.

Demonstrasi Untuk Kebutuhan Media Sosial

Yang satu ini tidak sedikit, dan bahkan sepertinya mulai banyak di kalangan mahasiswa. Demonstrasi acapkali dianggap seperti event atau acara saja, dan tentu saja dianggap keren jika didokumentasikan lalu dimasukkan ke media sosial. Baik itu di Instagram, Twitter, atau bahkan YouTube. Biar rasanya nggak rugi-rugi amat, ada yang bisa dipamerkan. Tidak lupa, dengan kalimat-kalimat perjuangan nan revolusioner agar terlihat aktivis bangetttt. 

Mungkin, misalnya saat aksi September lalu Tik Tok sudah cukup populer seperti sekarang, pasti banyak tuh berseliweran di linimasa saya soal aksi demonstrasi saat itu. Hadehhh, demi konten kok begitu banget, ya. Apa tidak malu dilihat demonstrasi, tapi malah main media sosial, broouw.

BACA JUGA YUK :  Jenis-jenis Orang Aneh bin Nyebelin yang Saya Jumpai Saat Demonstrasi

Demonstrasi Cari Jodoh

Asli, ini mah ada loh ya saya nemu yang ikut demonstrasi tapi niatnya nyari jodoh. Saat aksi tolak RKUHP September lalu, banyak tuh yang nyari kesempatan modus saat aksi. Nolongin mahasiswa kampus lain yang cakep, ngasih minum sampai nawarin gendong padahal masih bisa jalan.

Nggak cukup sampai di situ saja, di dunia maya Banyak banget menfess Twitter yang isinya menye-menye nanyain “mas/mbak almet warna anu, makasih udah nolongin aku, udah ngasih minum aku, topi kamu masih di aku bla, bla, bla,” tolong atuh, masa sempat-sempatnya uwuwuwu di medan demonstrasi, jiaahhh.

Dari sekian tipe-tipe di atas, kamu nomor berapa! Ngaku, hayooo!!! 

Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Sering dibilang mirip Tulus

View all posts by Nasrulloh Alif Suherman →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *