Surat dari Halte Transjakarta Rusak untuk Para Demonstran

susahtidur.net – halte transjakarta

Untuk: Para Demonstran

Halo, teman-teman demonstran. Apa kabar kalian semua? Semoga kalian baik-baik saja, dilindungi oleh Tuhan, dan terhindar dari tindakan represif aparat. Hari Kamis, 8 Oktober lalu kemarin memang menjadi hari yang sangat tidak mengenakkan. Demonstrasi besar pecah di mana-mana, imbas dari UU Cipta Kerja yang disahkan secara diam-diam, dan terkesan terburu-buru. Kemarin pula, kemarahan yang muncul dari para demonstran bisa dibilang lebih besar dan lebih banyak dari demonstrasi-demonstrasi yang lain.

Semua yang ada seakan menjadi sasaran kemarahan para demonstran. Mulai dari gedung parlemen di masing-masing wilayah, tembok-tembok, taman, hingga kami para halte Transjakarta yang jadi korban. Kurang lebih ada 25 halte yang rusak dan beberapa yang terbakar. Katanya, kerugiannya sampai 55 miliar rupiah. Jujur, kita sebagai korban tidak tahu menahu siapa yang merusak dan membakar halte. Apakah itu mahasiswa dan demonstran, atau memang orang-orang yang mau niat cari rusuh saja, kami tidak tahu. Yang jelas, hari itu selain menjadi hari yang menyedihkan, juga menjadi hari yang berkesan bagi kami para halte, meskipun kam hanya benda mati yang tidak bisa melakukan apa-apa.

Imbas dari kerusakan yang kami alami, nampaknya menjadi perhatian baru bagi warganet. Berita-berita soal rusaknya kami para halte ini seakan menutupi berita-berita mengenai substansi UU Cipta Kerja dan para demonstran yang dikriminalisasi dan direpresi. Orang-orang yang awalnya marah pada DPR karena UU Cipta Kerja, berbalik marah terhadap demonstran karena membakar dan merusak halte. Masyarakat terpecah. Ada yang sepakat dengan perusakan atau semacamnya, ada pula yang tidak suka dengan perusakan atau vandalisme seperti ini. 

BACA JUGA YUK :  Model-model Orang Kalo Bikin Password dan Alasan di Baliknya

Kalau boleh berkata jujur, kami sebenarnya tidak masalah kalau dirusak atau dibakar. Setidaknya, beberapa dari mereka yang merusak dan membakar punya alasan yang cukup masuk akal. Meskipun kami para halte ini benda mati, kami juga tahu bahwa sebenarnya substansi demo itu ya disruptif, atau menciptakan situasi tidak nyaman bagi mereka yang didemo. Kalau dengn turun ke jalan dan berorasi tetapi masih tidak digubris, ya wajar kalau mereka para demonstran sampai marah dan merusak apa-apa yang ada di dekatnya. 

Kami para halte juga tidak sakit hati dirusak dan dibakar seperti ini. Memang ada beberapa halte yag sakit hati, tetapi sudah kami tenangkan dan kami beri pengertian. Toh kami juga benda mati yang bisa dibangun dan dihancurkan kapan saja. Kalau pun kami dirusak dan dihancurkan, tidak akan terlalu mengganggu keberlangsungan hidup seluruh masyarakat Indonesia. Berbeda kalau hutan yang dirusak, itu baru mengganggu keberlangsungan hidup. Setelah kami para halte ini rusak pun, dalam dua minggu atau satu bulan ke depan kondisi kami paling juga akan kembali seperti semula. Kami juga yakin, uang untuk perbaikan juga sudah disiapkan. Jadi, tidak perlu khawatir lah.

Teman-teman demosntran, tujuan kami menulis surat ini sebenarnya untuk berterima kasih kepada kalian. Terima kasih sudah menyeret dan mengikusertakan kami ke dalam pusaran isu yang sangat penting. Kami sadar, sebagai benda mati, kami tidak bisa memberikan andil apa-apa. Namun kemarin, berkat kerusakan yang kami alami, akhirnya kami bisa berada satu lingkaran dengan pembahasan UU Cipta Kerja. Ya meskipun kabar rusaknya kami para halte ini sedikit mengganggu substansi demo kemarin. Kami mohon maaf atas hal itu. Kami juga ikhlas kok kalau menjadi sasaran perusakan. 

BACA JUGA YUK :  Televisi Lokal Juga Punya Tayangan Edukatif Kok!

Sebagai penutup, kami hanya ingin berharap saja supaya para petinggi di republik ini mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Entah mengapa mereka para petinggi kok sok tidak dengar. Kan yang benda mati kami para halte, tapi malah mereka yang tidak mendengar. Aneh. Kami juga berharap supaya kawan-kawan demonstran, baik dari kalangan mahasiswa, pelajar, buruh, atau rakyat sipil yang dikriminalisasi segera dibebaskan, atau setidaknya diberi pendampngan hukum. Karena kemarin santer terdengan beberapa demonstan yang tertangkap tidak diberi ruang untuk pendampingan hukum oleh aparat.

Intinya, semoga perjuangan kalian menemui titik yang membahagiakan dan memuaskan. Jangan pedulikan kami para halte. Kami sudah ada yang mengurus. Lanjutkan perjuangan kalian, dan jangan sesekali gentar. Kami para halte selalu mendukung kalian para demonstan dan mahasiaswa. Semoga kalian selamat dan etap dilindungi. Terima kasih.

Tertanda,  Para Halte yang rusak dan terbakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *