Perjuangan NASCAR dan Liga Inggris Melawan Rasisme

sumber gambar dari pexels.com

Gelombang protes besar-besaran di Amerika Serikat terkait diskriminasi rasial, suka atau tidak ternyata mempengaruhi dunia balap NASCAR. Pada Kamis (11/6/2020) melalui halaman media sosial mereka NASCAR mengumumkan bahwa mereka melarang penggunaan bendera Konfederasi disetiap event atau properti lainnya.

Bendera Konfederasi merupakan bendera yang kontroversial, bagi sebagian warga selatan Amerika Serikat menganggap bahwa bendera Konfederasi adalah peninggalan sejarah, budaya, dan warisan mereka. Tapi banyak juga yang menganggap bahwa bendera Konfederasi adalah simbol dari pro-perbudakan. Alasan ini lantaran saat perang saudara terjadi, negara bagian di selatan Amerika Serikat dibawah bendera Konfederasi mendukung praktek perbudakan.

Harus diakui, NASCAR memang sangat serius dalam memerangi rasisme. Sebelumnya pada April, NASCAR menskors Kyle Larson yang mengucapkan kata rasis saat sedang menjalani balapan virtual. Setelah kejadian itu Larson pun dipecat oleh tim balapnya dan harus kehilangan sponsor.

Balik lagi pada keputusan pelarangan penggunaan bendera Konfederasi, tentu saja keputusan ini memunculkan pro dan kontra. Pembalap NASCAR seri truk bernomor 49, bernama Ray Ciccarelli menunjukan sikap kontranya terhadap keputusan ini. Tapi disisi lain banyak juga yang mendukung keputusan NASCAR untuk melarang penggunaan bendera Konfederasi.

Pembalap NASCAR Afrika-Amerika, Bubba Wallace adalah salah satu pembalap yang merespon positif pelarangan penggunaan bendera Konfederasi. Bubba Wallace beberapa minggu belakangan juga sangat aktif dalam menyuarakan anti diskriminasi rasial. Saat balapan di Martinsville Speedway, Bubba menggunakan mobil yang dicat khusus berwarna hitam dengan tulisan #BLACKLIVESMATTER. Pada bagian depan mobil Bubba terdapat gambar, dua tangan yang berbeda warna sedang bergandengan. Bubba juga menggunakan kaos bertuliskan  “I CANT BREATHE”.

Ternyata aksi terpuji dari Bubba tersebut bisa mendatangkan banyak komentar tidak suka. Salah satunya datang dari pelukis helm balap di Amerika Serikat dengan nama Beam Designs. Ia menunjukan ketidaksukannya terhadap aksi dari Bubba tersebut. Hal ini membuat beberapa pembalap NASCAR sekaligus klien dari Beam Designs memutuskan untuk tidak lagi menggunakan jasa dari Beam Designs, mereka adalah Jimmie Johnson dan Ryan Blaney.

BACA JUGA YUK :  Ventela dan Compass. Antara Ekslusivitas, Gengsi, dan Strata Sosial yang Terjadi

Perjuangan untuk menghentikan diskriminasi rasial tidak berhenti disini saja. NASCAR pada media sosialnya mengumumkan menemukan sebuah teror yang ditujukan untuk pembalap bernomor 43, yaitu Bubba.

“Minggu sore (21/6/2020), NASCAR menemukan bahwa ada jerat gantungan pada bengkel garasi dari tim bernomor 43 (43 adalah tim dari Bubba Wallace). Kita marah dan akan mengambil langkah serius untuk hal ini. Kami telah melakukan penyelidikan, dan akan melakukan segala yang kami bisa untuk menemukan orang yang bertanggung jawab dan mengeluarkannya dari olahraga ini (NASCAR). Seperti yang telah kami nyatakan dengan tegas, tidak ada tempat untuk rasisme di NASCAR, dan tindakan ini hanya memperkuat tekad kami untuk membuat olahraga NASCAR terbuka dan menyambut semua orang.”

Sebelumnya, melalui media sosialnya Bubba memberika respon terhadap teror tersebut. “Tindakan rasisme dan kebencian membuat saya sangat sedih dan ini menjadi suatu pengingat menyakitkan, tentang sebagai masyarakat. Seberapa jauh kita harus melawan, dan betapa gigihnya kita dalam melawan rasisme. Selama beberapa minggu terakhir, saya telah mendapatkan banyak dukungan dari orang-orang dari industri NASCAR, termasuk pembalap lainnya dan anggota tim di garasi.”

“Bersama, olahraga kami (NASCAR) telah berkomitmen untuk memberikan perubahan nyata dan menerima semua orang. Tidak ada yang lebih penting dan kita tidak akan goyah oleh tindakan kebencian mereka. Seperti yang dikatakan oleh ibu saya hari ini, “Mereka hanya mencoba menakut-nakutimu.” Ini tidak akan menjatuhkan saya, dan saya tidak akan menyerah atau mundur. Saya akan terus bangga dengan apa yang saya yakini.” Lanjut Bubba.

Pada seri balapan di Talladega Superspeedway, Bubba mendapatkan dukungan dari sesama rekan pembalap NASCAR, beberapa pembalap NASCAR memberikan suatu seremoni berjalan berbarengan, seperti melindungi mobil yang dikendari oleh Bubba. Selain itu dipinggir lintasan juga tertulis kata #IstandWithBubba.

BACA JUGA YUK :  Mari Bertanya-tanya Apa Sih Enaknya Nyawer Biduan Dangdut?

Ada juga cerita menyedihkan lainnya di Talladega Superspeedway. Dalam rangka memprotes pelarangan bendera Konfederasi, dengan menggunakan pesawat berukuran kecil, ada seseorang yang sengaja menerbangkan pesawat tersebut dengan bendera Konfederasi, dan kata berupa “DEFUND NASCAR”.

Belakangan diketahui menurut FBI, tali jerat gantungan yang ditemukan bukanlah ancaman kebencian. Tali tersebut seperti alat untuk membuka garasi. Ini merupakan kesalahpahaman tim 43. Temuan ini tentu saja memantik keributan lainnya dikalangan fans NASCAR.

Hal seperti NASCAR diatas juga terjadi pada arena sepakbola di Inggris. Liga Premier Inggris lagi gencar dalam melawan sikap rasisme. Klub pada Liga Premier Inggris menggunakan seragam yang bertuliskan “BLACK LIVES MATTER”. Jadi pada bagian belakang seragam setiap klub bukan bertuliskan nama dan nomor punggung pemain, tapi bertuliskan “BLACK LIVES MATTER” dan nomor punggung pemain.

Sepertinya ada beberapa orang yang tidak suka akan hal tersebut. Saat Burnley melawan Manchester City di Etihad Stadium, ada pesawat kecil yang terbang dengan membawa banner bertuliskan “WHITE LIVES MATTER BURNLEY”. Belum diketahui, siapa yang bertanggung jawab akan kejadian ini. Tapi Burnley sebagai klub yang namanya dicatut, melalui website-nya meminta maaf akan hal tidak mengenakan ini. Burnley menyatakan mendukung secara total Black Lives Matter. Selain itu, kapten Burnley, Ben Mee juga mengaku malu dan menyesal akan kejadian ini.

Melihat rentetan kejadian di atas dapat dikatakan bahwa arena olahraga sedang berjuang melawan kebencian yang dihasilkan oleh rasisme. Karena olahraga sejatinya tidak mengenal warna kulit. Olahraga juga diciptakan untuk semua kalangan. Salam olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *