Nyobain Mie Lemonilo. Harga Mahal tapi Rasa Biasa Saja

susahtidur.net – mie lemonilo

Keluarga saya setiap memasuki bulan baru pasti ke minimarket. Di minimarket, kami belanja berbagai macam kebutuhan dapur, salah satunya mie instan. Dan baru di bulan ini keluarga saya sepakat untuk membeli mie instan pendatang baru yaitu Mie Lemonilo.

Alasan keluarga saya membeli Mie Lemonilo salah satunya setiap malam hari kami kerap nonton sinetron Putri untuk Pangeran dan Amanah Wali di RCTI. Dua sinetron itu selalu menayangkan iklan Mie Lemonilo sehingga kami tertarik membeli mie tersebut.

Kami membeli enam bungkus Mie Lemonilo meski niat awalnya pengin satu dus. Tapi, karena pengin nyobain dulu, kami sepakat membeli enam bungkus saja. Satu bungkus mie ini di supermarket dekat rumah kami dijual 6.500 rupiah. Menurut ibu saya, membeli mie instan dengan harga segitu sangat mahal.

Singkat cerita, setelah pulang dari minimarket, teteh saya memasak Mie Lemonilo tersebut. Saya ikut menemani teteh saya memasak di dapur. Anak teteh, keponakan saya, menyatakan bahwa ia sudah tidak sabar ingin mencicipi mie instan ini. Ibu saya sendiri pun antusias pengin ngerasain mie ini karena sesuai pernyataannya tadi, harganya mahal. Dalam artian, kata ibu saya, apa harga segitu rasanya enak juga seperti Indomie?

Di dapur, saya memerhatikan Mie Lemonilo ini. Dari penampilan, Mie Lemonilo dikemas dengan berat 77 gram. Ketika saya membuka kemasannya, mie ini agak berbentuk bulat. Artinya, mie ini tidak berbentuk kotak dan tidak keriting seperti mie Indomie.

Bumbu yang terdapat dalam Mie Lemonilo tidak jauh seperti mie instan lain. Paling yang membedakan adalah warna mie-nya. Warna Mie Lemonilo ini hijau. Dan setelah saya cek di bagian komposisi, warna hijau ini berasal dari bubuk bayam.

BACA JUGA YUK :  5 Alasan Kenapa Pelajaran Tatap Muka Perlu Diadakan Kembali

Di sela-sela memasak, saya berbincang dengan teteh saya. Saya meminta pendapat kepada teteh saya tentang apa saja yang membedakan Mie Lemonilo ini dengan kebanyakan mie instan lain selain dari sisi penampilan dan warna mie-nya.  Permintaan pendapat saya kepada teteh saya, ini berhubung teteh saya sudah cukup tahu mengenai mie ini meski katanya hasil ngobrol dengan teman-temannya.

Teteh saya menyatakan bahwa yang membedakan Mie Lemonilo dengan mie instan lain yaitu mie ini membranding sebagai mie yang bisa dikonsumsi setiap saat tanpa kuatir. Artinya, mie ini mengklaim sebagai mie instan yang sehat.

Selain itu, proses pembuatan Mie Lemonino tanpa melalui proses penggorengan alias dipanggang. Mie instan ini mengklaim juga sebagai mie yang tidak menggunakan bahan pengawet, penguat rasa dan pewarna sintetis.

Saya pernah membaca sebuah utas di Twitter tentang Mie Lemonilo ini dinilai sehatnya dari mana. Dalam utas tersebut menyatakan bahwa kebanyakan orang kalau berpikir sehat maka kalori mie-nya rendah. Apakah Mie Lemonilo sehat? Menurut utas di Twitter tersebut, jika setiap hari memakan mie instan atau melebihi takaran kalori, tentu saja tidak bisa bikin sehat. Termasuk memakan Mie Lemonilo ini.

Terlebih, teteh saya menambahkan, katanya denger-denger Mie Lemonilo ini bisa bikin diet. Dan setelah saya searching, apa betul mie ini bisa bikin diet? Ternyata tidak. Hal ini diperkuat karena mie ini dalam marketingnya tidak menyatakan bisa bikin diet.

Selesai memasak Mie Lemonilo, keluarga saya langsung menyantapnya. Lalu saya bertanya kepada keponakan dan ibu saya tentang bagaimana rasa mie ini. Sebab, usai membeli mie ini, mereka berdua paling tidak sabar pengin segera mencicipinya.

BACA JUGA YUK :  Macam-macam Olahraga yang Bisa Dilakuin Pas Puasa

Hasilnya, ponakan saya menjawab bahwa rasa Mie Lemonilo ini tidak gurih. Sementara ibu saya bilang, katanya dengan harga mahal segitu, ternyata rasanya biasa saja. Lebih dari itu, porsinya cuman buat sekali hap.

Saya sendiri tentu saja menyepakati pendapat mereka berdua. Iya, rasanya biasa saja. Dan teteh saya hanya cekikikan karena ia ternyata sudah pernah memakan Mie Lemonilo ini dengan teman-temannya bahwa mie ini memang rasanya biasa saja. Faktanya, mie ini tidak menggiurkan seperti yang ditampilkan di iklan-iklan kedua sinetron yang sering kami tonton itu.

Setelah keluarga saya menyantap Mie Lemonilo ini, kami sekarang tidak percaya bahwa semakin harga barang mahal maka kualitas barang tersebut bagus. Hal ini sudah terbukti sehabis kami menyantap mie ini.

Beruntungnya adalah kami hanya membeli enam bungkus Mie Lemonilo. Coba kalau satu dus sesuai niat awal kami, sudah pasti kami sangat menyesal. Apalagi ibu saya, karena orangnya perhitungan, dia menyatakan bahwa enam bungkus Mie Lemonilo yang kami beli sama dengan tiga belas Indomie. Jadi, katanya mending beli Indomie saja sebab bisa dikonsumi buat seminggu lebih.

Muhammad Ridwansyah

Muhammad Ridwansyah

Founder @penulisgarut. Penulis bisa disapa melalui akun Twitter/Instagram @aaridwa16.

View all posts by Muhammad Ridwansyah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *