Nasi Goreng Adalah Menu Paling Membosankan di Resepsi Pernikahan

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Resepsi pernikahan dan makanan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bermacam-macam makanan tersaji ketika ada resepsi pernikahan. Bahkan ada banyak orang yang menganggap bahwa resepsi pernikahan adalah satu-satunya kesempatan mereka untuk bisa makan makanan yang enak. Ada rawon, kambing guling, hingga zuppa soup tersaji secara cuma-cuma. Ya meskipun kita sebagai pengunjung memberikan uang pada pengantin. Kelihatannya memang cuma-cuma, tetapi aslinya ya bayar juga. Apalagi kalau nikahannya di kampung-kampung, ya bakal jadi omongan kalau tidak memberi uang (amplop) pada pengantin.

Nah, dari banyaknya menu yang tersaji di resepsi pernikahan, rawon mungkin adalah menu yang menjadi primadona dan itu pasti tanpa perlu perdebatan. Tapi kita tidak akan membahas rawon, karena sudah pernah saya bahas di media lain, sebut saja Terminal Mojok. Silakan baca di sini. Kita akan membahas satu menu paling membosankan yang ada di resepsi pernikahan, yaitu nasi goreng. Iya, nasi goreng adalah menu yang paling membosankan yang ada di resepsi pernikahan. Menu ini bahkan selalu ada di resepsi pernikahan model apa pun, mau itu resepsi mewah, bahkan resepsi yang sederhana sekali pun. Saking membosankannya, menu ini tidak pernah habis dan selalu sisa banyak. Beda dengan rawon, kambing guling, atau menu lainnya.

Pengalaman saya bertahun-tahun sebagai sinoman (pemuda yang bantu-bantu kalau ada resepsi pernikahan), sudah cukup membuktikan kalau nasi goreng adalah menu yang sebenarnya tidak perlu lagi disajikan di resepsi pernikahan. Orang-orang di kampung saya bahkan sudah merasa bosan dengan nasi goreng. Ini terbukti ketika mereka datang ke resepsi pernikahan, yang dicari pasti rawon, bukan nasi goreng. Tidak hanya di kampung saya, ketika saya datang ke nikahan orang lain dan saya datangnya malam, menu yang terlihat masih banyak adalah nasi goreng. Sementara menu lain sudah tinggal sedikit, bahkan sudah habis. 

BACA JUGA YUK :  Puasa Media Sosial. Emang Perlu?

Ada banyak alasan sebenarnya mengapa nasi goreng menjadi makanan yang paling membosankan dan paling tidak diincar ketika resepsi pernikahan. Pertama, nasi goreng adalah makanan yang paling mudah dibuat dan didapat. Siapa pun bisa membuat, atau membeli nasi goreng. Tidak perlu menunggu ada resepsi pernikahan atau pesta-pesta lain. Tinggal siapkan bumbu-bumbu sederhana dan nasi. Sudah, itu saja. Berbeda dengan rawon atau kambing guling yang selain mahal, cara membuatnya juga lebih sulit. Jadi, akan susah menganggap bahwa orang yang datang ke resepsi pernikahan dan mengincar nasi goreng. Nasi goreng mungkin jadi pilihan terakhir kalau rawon, kambing guling, atau menu spesial lainnya sudah habis.

Alasan yang kedua adalah nasi goreng bukan makanan mewah. Perlu diketahui juga, bahwa ada banyak orang yang hanya berkesempatan makan makanan mewah ketika dia datang ke resepsi pernikahan. Apalagi kalau kita sebagai orang yang biasa-biasa, datang ke resepsi yang mewah. Sudah pasti makanannya akan berbeda dengan resepsi biasanya. Nah, berdasarkan latar belakang ini dan tentu alasan yang pertama, orang tidak akan menganggap nasi goreng sebagai makanan mewah yang jadi incaran mereka. Belum lagi rasa nasi goreng di resepsi yang kadang kurang enak dan kurang sedap rasanya. 

Harusnya, para pemilik hajatan atau resepsi pernikahan itu sadar, bahwa saat ini nasi goreng sudah bukan lagi pilihan utama para pengunjung. Jangankan pilihan utama, jadi pilihan saja pun tidak. Akan lebih baik kalau nasi goreng dihilangkan dulu dari daftar menu resepsi pernikahan. Silakan diganti menu lain, seperti nasi kebuli, nasi uduk, atau menu olahan nasi lainnya kalau memang mau mempertahankan nasi. Kalau tidak, ya ganti menu lainnya yang bukan nasi sekalian. Daripada setiap habis resepsi nasi goreng selalu tersisa paling banyak, ya lebih baik tidak perlu.

BACA JUGA YUK :  Nggak Usah Ngeyel, Menjadi Kru Radio Kampus itu Seru dan Penuh Manfaat

Lagian, siapa juga yang punya ide menjadikan nasi goreng sebagai menu resepsi pernikahan. Sudah mah bikin seret tenggorokan, bikin haus juga lagi. Kadang ada nasi goreng yang berminyak banget, ada juga yang kering banget. Itu pun kadang tidak ada gurihnya sama sekali. Perlu diingat juga bahwa saya bukan pembenci nasi goreng. Saya suka nasi goreng, kalau nasi gorengnya enak dan nasi goreng di resepsi pernikahan tidak ada yang enak. Jadi, sudah jelas bahwa sudah saatnya kita buang jauh-jauh nasi goreng dari jajaran menu makanan di resepsi pernikahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *