Menghitung Gaji Anggota DPR yang Berjasa dalam Pengesahan UU Ciptaker

susahtidur.net – gaji anggota DPR

Kinerja DPR kita, sejatinya perlu diapresiasi. Saya serius, akhirnya sebagian dari mereka nggak cuma ketiduran ketika rapat. Ada gunanya juga, apa lagi dalam Rapat paripurna DPR RI masa persidangan I tahun sidang 2019-2020, Senin (5/10/2020). Bahkan, hari berikutnya mereka melakukan reses.

“Bisa disepakati?” suara Aziz Syamsuddin begitu mengena di hati. Begitu santun masuk ke perasaan. Apalagi gemuruh berikutnya ketika anggotanya mengatakan, “Sah!” suara yang sama ketika si dia resmi berkawin dengan pasangannya, sedangkan saya bergelut dengan kesunyian.

Malang betul nasib para buruh. Apa lagi buruh cinta seperti saya. Sudah dikhianati rakyat yang bernama mantan, ndilalah dikhianati juga yang mengaku mewakilinya. Peribahasanya, sudah RUU Ciptaker ditimpa UU Ciptaker.

Tapi saya ada benarnya juga, kan? Akhirnya mereka bekerja ekstra. Memeras keringat, perasaan, pikiran, dan tentunya hati nurani. Lho benar, kan? Mengesahkan sebuah RUU yang jauh dari harapan rakyat, adalah pengkhianatan bagi “tuannya”. Mereka hanya wakil, kita yang abadi. Eh, tapi 257 dari 575 anggota DPR RI nggak datang saat rapat. Padahal pertemuan ini diadakan melalui telekonferensi.

Partai Demokrat walk out dari sidang dan PKS yang menolak RUU Ciptaker. Dilansir dari Tirto, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mengapresiasi yang menyatakan setuju RUU Ciptaker menjadi UU. Emezing.

Entah hanya saya atau bagaimana, tiba-tiba muncul pertanyaan, berapa sih gaji DPR RI sampai-sampai mau melakukan tugas lembur, melelahkan, dan memeras keringat ini? Setelah saya selidiki, betapa terkejutnya saya bahwa gajinya bisa beli gorengan di angkringan! Nggak percaya? Mari kita bedah perlahan.

Dari Surat Edaran Sekretaris Jenderal DPR RI No KU.00/9414/DPR/XII/2010, yang dilansir dari Detik, jebul gaji pokok DPR RI itu kisaran Rp 4,2 juta-Rp 5 juta. Saya nggak mengatakan kecil lho, ya. Bisa tersinggung nanti Masyarakat Bantul membaca angka tersebut jika dikatakan kecil.

BACA JUGA YUK :  Mencari Tahu Serial Netflix yang Mungkin Sanji Sukai dari Serial One Piece

Rinciannya begini, Anggota DPR merangkap ketua gajinya Rp 5.040.000, anggota DPR merangkap Wakil Ketua sebesar Rp.4.620.000 dan anggota DPR yang lucu-lucu dan imut-imut itu gajinya sebesar Rp 4.200.000.

Tunggu dulu, penghasilan anggota DPR itu nggak murni segitu. Masih ada hal lain selain gaji pokok, yakni tunjangan serta penerimaan lain-lain, lain-lain, dan lain-lain. Wah, saya menyebut “lain-lain”-nya kayaknya kebanyakan.

Bagaimana mengatur tunjangan? Semua diatur dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-520/MK.02/2015. Dikutip dari Detik, semua tunjangan ini berkaitan dengan hal persetujuan prinsip tentang kenaikan indeks tunjangan kehormatan, tunjangan komunikasi intensif, tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran, serta bantuan langganan listrik dan telepon bagi anggota DPR RI.

Dari sumber yang sama, begini rinciannya; tunjangan istri/suami Rp 420.000, tunjangan anak Rp 168.000, uang sidang/paket Rp 2.000.000, tunjangan jabatan Rp 9.700.000, tunjangan beras Rp 198.000, dan tunjangan PPH Rp 1.729.608. Ketua dan wakil ketua lebih tinggi

Mau angka yang lebih membuat Anda terheran-heran? Tunjangan kehormatan Rp. 5.580.000, tunjangan komunikasi intensif Rp.15.554.000, tunjangan peningkatan fungsi Rp. 3.750.000. Ada juga bantuan langganan listrik dan telepon Rp. 7.700.000, mereka juga bakal mendapat pensiunan di hari tua. Entah berapa angkanya.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) merilis anggota DPR setiap bulannya berhak menerima gaji dan tunjangan mencapai sebesar Rp 66,1 juta per bulan. Jumlah lebih besar akan didapatkan anggota DPR yang memegang jabatan Ketua dan Wakil Ketua.

Kurang lebih 66 juta perbulan, saudara-saudara. Seperti apa yang saya katakan, uang segitu sejatinya bisa beli gorengan saja. Tapi ya banyaknya gorengan yang bisa mereka beli, bisa kasih seluruh penduduk Kecamatan Imogiri. Kasihan sekali, sudah kerja ekstra, mosok tega gaji perbulan hanya 66 juta?

BACA JUGA YUK :  3 Sponsor yang Pasti Siap Mendukung Aldi Taher Jadi Wakil Gubernur Sulteng

Seharusnya rakyat yang sejatinya tuannya wakil rakyat, membuat undang-undang juga untuk mereka. Sebuah aturan yang mengharuskan mereka menerima gaji sesuai UMR daerah dari mana mereka berasal. Saya yakin, lembar pencoblosan akan sepi peminat dan hidup lebih aman sentosa tanpa wakil-wakilan. Mengutip lagu Iwan Fals dan mengubahnya sedikit, “oooyaa, andaikata dana DPR untuk diriku, tentu kau mau singgah, bukan hanya tersenyum!” saya nggak ngutip dan ngubah yang ini lho; “oooyaa, andaikata dunia tak punya tentara. Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya.” Soalnya takut.

Avatar

Gusti Aditya

Pernah makan belut

View all posts by Gusti Aditya →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *