Mari Mengomentari Tipikal Acara TV Masing-masing Saluran Saat Ini

sumber gambar dari pexels.com

Mayoritas dari kita pasti bilang acara tv sekarang udah nggak bermutu, padahal entah emang nggak bermutu atau kitanya yang berkembang dan bebas milih yang kita sukai. Dulu tentunya kita ingat waktu kecil pas nonton tv, terus emak atau bapak kita komentar “Hah, acara tv sekarang nggak bermutu.” Lihat? Seolah-olah saat kita tumbuh dewasa, acara tv berubah semakin nggak bermutu. Padahal jangan-jangan bagi generasi di bawah kita ya acara tv baik-baik saja.

Kita yang menjadi bebas mengakses apa yang kita inginkan. Kita kemudian bergerak terlampau cepat dan menjalani rutinitas padat, sehingga konsep acara tv yang terjadwal menjadi tidak relevan dengan kita. Kita, yang memiliki akses lebih jauh, kemudian memilih platform yang lebih fleksibel dan bisa ditonton kapan saja seperti netflix atau media streaming lainnya.

Acara tv barangkali nggak bertambah buruk—sama saja bahkan mungkin—tetapi kitanya saja yang bertambah baik dan berkembang wawasannya. Mutlak karena ranah acara tv yang ada bukan untuk kita nikmati.

Nah, kalau kemudian yang dibicarakan adalah perubahan konsentrasi masing-masing saluran tv swasta dalam pembuatan acaranya, maka benar, banyak stasiun tv yang berubah haluan dari waktu ke waktu. Kalo dulu kita betah mantengin Global TV tiap sore gegara ada Naruto, maka sekarang global tv sudah nggak fokus lagi nayangin acara begituan.

Selain itu masih ada lagi perubahan konsentrasi acara tv masing-masing saluran, dan berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Indosiar—mengajak kita lebih tobat.

Nggak tau kenapa Indosiar demen banget nayangin sinema azab deh. Beberapa puluh tahun lalu kayaknya Indosiar sempat dikenal sebagai stasiun penyiar drama korea populer deh. Bahkan nggak bisa dipungkiri bahwa demam korea-koreaan di Indonesia muncul ya karena campur tangan Indosiar. Pun setiap kali ada drama korea yang lagi populer di Korea, pasti Indosiar bakal dapet jatah hak siar untuk di Indonesia, sementara saluran tv lain kebagian drama-drama remeh yang ratingnya nggak jelas.

BACA JUGA YUK :  Sepuluh Slogan Orang Jawa Untuk Kehidupan Modern

Sekarang liat aja, kemarin pas rame The World of The Married booming, Indosiar nggak dapet hak siarnya kan. Kalo Indosiar yang sekarang adalah Indosiar yang dulu, sudah pasti The World of The Married tayang di sono.

Barangkali niat stasiun tv satu ini baik, ingin mengingatkan kita supaya tobat. Terbukti dengan nayangin sinema azab pagi hari, sinema azab siang hari, sinema azab sore hari, dan malemnya supaya kita nggak melupakan the music of our country, Indosiar selalu nayangin acara kompetisi dangdut yang durasi nyanyi sama komentar lebih banyak komentarnya.

Sungguh manuver yang sangat tajam rupanya.

2. Global TV—suka ngaco nyebut Naruto The Movie padahal cuma episode biasa

Mulai dari Uang Kaget yang sudah beda jauh citranya dari uang kaget yang dulu, sampe bedah rumah, kini semuanya tayang di Global TV. Super Deal dua miliyar juga tayang di sono. Kayaknya hobi banget bikin program yang dulu pernah berjaya ya. Barangkali biar yang dulu sempet seneng sama acara itu bakal nonton lagi.

Sementara itu, perlu diacungi jempol bahwa Global masih rajin nayangin Spongebob dan beberapa kartun lainnya yang bisa jadi tontonan saat kita jenuh dengan dunia yang serius mulu. Kadang Naruto juga masih tayang. Kadang Boruto. Kadang sekarang Naruto, besoknya Boruto. Dan nggak mau tanggung-tanggung, Global TV sering ngasih embel-embel The Movie meski isinya episode Naruto biasa. Kan ngawur. Misal judulnya “Naruto The Movie, The Last Hokage!” kan ngawur level dunia akherat. Mana ada judul the movie Naruto begituan.

Kok Naruto, Spongebob juga kerap dikasih embel-embel the movie, padahal pas ditonton ya sekedar serial Spongebob biasa dan diulang-ulang itu. Kayak, mereka mencoba tampil heboh biar anak-anak pada tertarik gitu ya, eh giliran udah semangat mau nonton ‘The Movie’, jatuhnya kecewa berat sama apa yang disuguhkan.

BACA JUGA YUK :  Salah Ambil Jurusan Kuliah? Santai, Duniamu Belum Runtuh.

3. ANTV—jatuh cinta sama India

Ini salah satu yang konsisten barangkali yak. Demam sinetron(sinetroooonnnn!!!!) India di Indonesia juga diawali oleh stasiun satu ini. Sebut saja Mahabarata, atau yang lebih heboh Uttaran itu. Pokoknya semua orang jadi gila India beberapa tahun yang lalu, bahkan stasiun-stasiun tv lain juga menayangkan sinetron India yang ratingnya ecek-ecek. Kayak Indosiar untuk urusan Korea dulu deh. Bedanya ANTV tetep konsisten dengan India-Indiaannya.

4. SCTV—ftv receh mulu

Ini juga masih terbilang konsisten sih. Pokoknya kalo mau nemu FTV yang seru tapi receh dan dengan judul unik-unik, maka tontonlah SCTV. Mulai dari pagi, sora, sampai dini hari sekalipun—saya sering ke warung burjo jam dua pagian dan yang disetel SCTV soalnya—mereka nayangin FTV. Totalitas nggak tuh.

5. Transtv—nggak ada bahasan lain selain artis

Udah deh. Ini sih udah jatuh cinta sama RafiGigi kayaknya. Nggak hanya pasangan artis itu, tetapi rata-rata tayangannya nggak jauh-jauh dari gosip para artis. Eh, atau sekarang juga demen nayangin Drama Korea. Bahkan terbukti serius karena berhasil mendapatkan hak siar The World of The Married kan. Dan nggak kayak Indosiar dulu yang repot-repot mengalihsuarakan dramanya, Transtv mempertahankan bahasa asli dan hanya ngasih subtitel, dengan dalih biar lebih mantap Korea-koreaannya.

6. RCTI—masih aja nayangin sinetron

Kalo ada yang tanya di mana sentral sinetron Indonesia, maka RCTI adalah jawabannya. Kalo ditanya lagi di mana sentral sinetron yang nggak ada inti plot-nya, maka RCTI pula jawabannya. Kalo ditanya apakah sinteron di RCTI bisa tamat? Maka entahlah jawabannya!

Tetapi untungnya RCTI masih konsisten dengan nayangin acara kartun tiap akhir pekan sih ya. Jadi kita yang dulu demen banget mantengin RCTI gegara nungguin kartun ya masih bisalah melakukannya di masa-masa ini. Kalo nggak sibuk aja tapi.

BACA JUGA YUK :  Temukan Passion! Ikuti Passion! Gundulmu!

7. Trans7—koreaan mulu sekarang

Acara petualangan masih jalan. Acara si gundul masih jalan. Acara bolang masih jalan. Acara sitkom daerah masih jalan. Acara on the spot masih jalan. Acara OVJ masih jalan—meski udah aneh rasanya sekarang. Acara Tukul masih jalan. Semuanya serasa masih sama kecuali ada penambahan lain yaitu korea-koreaan. Ya soalnya segrup sama transtv sih ya, jadi drama-drama koreanya di transtv, movie-movie koreanya di trans7. Serial-serial lucunya di transtv, acara pembahasan korea-koreanya di trans7. Sungguh simbiosis mutualisme.

8. RTV—Ultraman, Power Renjer, sama sinema klasik Indonesia

Nggak bisa bohong bahwa RTV layak untuk dijadikan saluran idaman anak-anak yang baru. Kartun mulu acaranya. Bahkan Tayo si bis kecil bandel ramah juga tayang di sana kan. Power renjer juga tayang tiap hari. Dilanjut sama ultraman. Dilanjut sama kamen rider. Pokoknya yang berubah berubah gitu ada di sana semua. Setiap hari, bayangkan! Gimana nggak demen tuh anak-anak.

Dan untuk yang dewasa, sebagai alternativ nonton yang ultraman atau power renjer, malamnya RTV nayangin serial klasik Indonesia kayak Tutur Tinular, Angling Darma, Mak Lampir, dan serial kolosal lainnya. Seru nggak tuh!

*tulisan ini pernah tayang di terminal mojok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *