Lagu “A Better Place, A Better Time” Pernah Menyelamatkan Saya dari Bunuh Diri

susahtidur.net – lagu penyelamat

Lagu sering berperan lebih dari sekadar hiburan telinga. Beberapa lagu bisa memberi dampak dalam situasi tertentu. Lagu Internationale bisa membakar semangat banyak buruh. Lagu Lingsir Wengi bisa membuat tongkrongan malam terasa lebih mencekam. Dan beberapa lagu bisa membuat seseorang menunda keinginan untuk bunuh diri.

Saya sendiri pernah mengalami “keajaiban” lagu ini. Singkat cerita, saya sedang berada dalam posisi yang serba tertekan. Dari skripsi, keluarga, pertemanan, dan banyak lagi. Tekanan yang datang dari berbagai lini ini terasa tidak tertahankan lagi. Muncullah keinginan untuk membebaskan diri dengan bunuh diri.

Keinginan ini memuncak pada sebuah malam. Bahkan peralatan dan surat terakhir telah saya siapkan. Sembari menetapkan hati untuk mengakhiri hidup, saya putar beberapa lagu melalui YouTube. Karena saya menggunakan autoplay, lagu yang diputar YouTube menjadi sangat acak.

Hingga tiba pada satu momen saya mendengarkan satu lagu asing. Karena saya sering memutar lagi dari beragam band beraliran ska, lagu asing ini juga bergenre ska. Saya mulai manggut-manggut mengikuti irama lagu ini. Dari tempo awal yang lambat, memuncak dalam tempo cepat, lalu kembali melambat. Tiupan trombone dan terompet makin membuat saya terlena.

Lagu yang cukup panjang ini saya putar berulang kali. Saya sampai mencari komentar yang memuat keseluruhan lirik. Maklum, pada waktu itu—sampai sekarang sih—YouTube tidak dapat diminimize kecuali kita berlangganan versi premium. Ternyata setelah saya menemukan komentar yang memuat lirik—kadang saya geleng-geleng kepala kok ada orang selo yang nulisin lirik di komentar— lirik dari lagu ini sangat jleb dan terasa sangat tepat bagi keadaan saya saat itu.

Lagu ini berjudul A Better Place, a Better Time. Lagu karya band Ska-Punk Streetlight Manifesto ini dirilis tahun 2003 dalam album Everything Goes Numb. Durasi lagu ini cukup panjang, 6 menit 28 detik. Mungkin untuk penikmat musik pop yang “keindie-indiean” akan merasa lagu ini terlalu panjang. Tapi durasi di atas 5 menit sangat wajar bagi lagu ska.

BACA JUGA YUK :  Pengalaman Nyatain Sayang ke Ibu Lewat Lagu yang Bahasanya Nggak Dimengerti Beliau

Lagu ini menceritakan usaha Tomas Kalnoky sang vokalis untuk mencegah Annie temannya untuk bunuh diri. Lirik lagu ini dibuka dengan kepanikan sang vokalis saat mengetahui rencana bunuh diri Annie. Dia mencoba untuk meyakinkan bahwa sang teman untuk mempertimbangkan rencananya. “But don’t take your life. Because it’s all that you’ve got.”

Dalam reffrain, sang vokalis selalu meyakinkan bahwa semua baik-baik saja. Annie akan terbangun—dari tidur—”in a better place, in a better time.” Tidak habis-habisnya sang vokalis meyakinkan bahwa saat itu bukan waktu bagi Annie untuk mengakhiri hidupnya. Setiap Annie ingin menyerah pada kehidupan, sang vokalis berteriak “Well don’t! It’s not your time!”

Mas Tomas tidak pernah menggurui Annie dalam lagu ini. Dia hanya menunjukkan keengganan untuk melihat nama Annie di surat kabar, lengkap dengan tanggal bunuh diri. Dia juga menunjukkan keengganan untuk membeli bunga duka cita. Dia lebih memilih untuk mengajak Annie pergi jauh dan memulai lagi dari awal.

Di sinilah saya melihat keistimewaan lagu ini dari lagu-lagu motivasional lain. Mas Tomas tidak terlalu banyak menggurui. Dia hanya mencegah, mengingatkan, dan membujuk. Sikap sang vokalis ini sangat jauh dari kata toxic positivity.

Dengan sikap Mas Tomas dalam lagu ini, saya sangat merekomendasikan lagu ini bagi Anda yang merasa kehabisan jalan selain bunuh diri. Lagu ini lebih cocok menemani Anda daripada teman-teman yang tidak supportive. Seringkali, fase ingin bunuh diri hanya dipandang sebagai sikap berlebihan dan tidak penting. Dan bagi saya, sikap teman seperti ini adalah salah satu faktor penguat keinginan bunuh diri.

Lagu ini ditutup dengan sikap supportive Mas Tomas. Meskipun Annie akan lari dan lari, sang vokalis akan tetap mengikuti. Sang vokalis akan selalu membuka tangan untuk menangkap Annie yang jatuh. Lagu ini ditutup dengan lirik yang sederhana, “She said ‘forget me’. But i can’t.” Sebuah penutup yang manis dari sebuah lagu yang positif.

BACA JUGA YUK :  Dulgo: Anjing Terakhir di Desa yang Warganya Merasa Paling Suci

Tapi, mungkin Anda bertanya, “Bukankah awalnya kamu tidak tahu liriknya, tapi kenapa kamu bilang lagu ini bisa menghalangimu bunuh diri sejak awal?” Nah, bagi saya kehebatan lagu ini bukan di liriknya. Lirik lagu ini seperti garnish dalam sajian. Namun pembawaan vokalis, permainan beat, dan kompleksitas instrumen musiknya yang membuat lagu ini istimewa paripurna.

Memang, saya adalah orang yang buta nada. Tapi telinga ini masih bisa menangkap bagaimana sebuah lagu dibawakan.

Mas Tomas membuka lagu ini dengan cara menyanyi yang lembut. Dia memilih nada-nada rendah, dengan beat yang kalem selayaknya lagu ska. Makin lama, beat lagu ini lebih cepat. Sang vokalis juga mulai bernyanyi dengan lebih lincah dan menggunakan nada tinggi. Dentuman drum juga makin terasa.

Menurut saya, fase awal lagu ini akan mudah diterima oleh orang yang sedang tertekan. Lagu ini tidak memaksa pendengar untuk pusing dengan beat yang kasar dan vokal yang cepat. Dia mengajak pendengar untuk pelan-pelan meningkatkan adrenalin dalam beat yang bertambah rancak.

Fase inti lagu ini berbeda jauh dengan fase awal. Beat yang disajikan cukup cepat untuk sebuah lagu ska. Dentuman drum mulai tertutup dengan permainan bass guitar yang rumit. Tutupan trombone dan terompet mulai mengambil alih telinga pendengar. Dan sang vokalis mulai bernyanyi seperti berteriak terburu-buru.

Fase inti ini membuat saya makin fokus dalam lagu. Saya seperti diajak berlari bersama band dari New Jersey ini. Mas Tomas juga seperti meneriaki saya yang sudah hampir kekeuh mengakhiri hidup. Dia menawarkan apapun bagi saya, asal saya tidak mengakhiri hidup. Meskipun saya tidak segera paham liriknya, saya merasa “dimanusiakan” oleh Mas Tomas. 

BACA JUGA YUK :  Lebih Memilih Terlihat Hancur daripada Terlihat Baik-baik Saja

Fase akhir ini memiliki beat seperti fase awal. Namun, tidak ada jembatan dari beat yang rancak menuju beat yang lebih tenang. Seluruh adrenalin di fase inti tiba-tiba ditenangkan. Dikembalikan pada suasana seperti fase awal.

Menurut saya, ini adalah permainan cantik dari Streetlight Manifesto. Lagu ini seperti menunjukkan tidak ada yang terjadi. Usaha habis-habisan sang vokalis untuk mencegah Annie bunuh diri ditutup dengan suasana yang biasa saja. Namun suasana ini berbeda dari suasana pertama. Suasana di mana Annie—dan saya—tidak ingin bunuh diri. Suasana yang mengesankan “A Better Place, a Better Time.”

Memang, lagu ini bukan satu-satunya penunda keinginan bunuh diri saya. Namun lagu ini punya tempat istimewa bagi saya. Lagu ini benar-benar sukses memperbaiki mood yang berantakan. Dan lebih dari itu, lagu ini menjadi sahabat yang supportive dan tidak toxic dalam fase antara hidup dan mati saya. Maka, coba dengarkan lagu ini meskipun sekali saja. Apalagi jika Anda sedang dalam kondisi tertekan. Mungkin, lagu ini punya dampak berbeda pada Anda. Perkara bunuh diri juga merupakan urusan personal. Mungkin Anda merasa bunuh diri Anda bisa diterima semua orang. “But i can’t.”

Avatar

Den Baguse Prab

Orang yang setia untuk mempertanyakan segala hal. Membenci banyak hal dan orang dalam kebencian yang setara dan egaliter.

View all posts by Den Baguse Prab →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *