3 Kegiatan Kaum Ekonomi Lemah di Kamar Mandi

sumber gambar dari unsplash

Selama di kamar mandi, pasti ada saja ‘kerjaan’ iseng yang dilakukan oleh saya. Mungkin bukan hanya saya, tapi juga dilakukan oleh para orang yang membaca tulisan ini. Jujur, saya berasal dari kaum ekonomi lemah yang kamar mandi seadanya, cuman ada keran, kloset dan kalau mandi modal gayung dan menyiram air dari bak kamar mandi. Nggak ada shower, nggak ada pemanas air atau kloset duduk mewah seperti di film-film. Nggak ada, brooo.

Tapi, saya sendiri cukup menikmati kamar mandi tersebut. Karena, ya, seperti yang saya bilang di atas ada saja kerjaan iseng atau lebih tepatnya kegiatan iseng yang dilakukan oleh saya di kamar mandi. Mulai dari memainkan air, sampai memanfaatkan air di kamar mandi untuk menambah sampo atau sabun. Wqwqwq, baiklah inilah rangkuman kegiatan yang dilakukan kaum ekonomi lemah saat di kamar mandi!

Kegiatan Kaum Ekonomi Lemah di Kamar Mandi: Ambil Gayung, Ditaruh di Kepala

Saat kecil, nggak pernah tuh saya merasakan mandi di shower seperti adegan di film atau sinetron. Biasanya, kalau di film atau sinetron saat adegan galau/sedih si lakon utama suka mandi di bawah shower atau membasahi diri sambil nangis. Saya cuman melihat doang, cuman bisa membayangkan gimana rasanya mandi di bawah shower ya?

Yaudah, jadinya saya cuman bisa menggunakan peralatan seadanya yang ada di kamar mandi. Hanya ada gayung dan air saja di bak. Caranya, saya ambil air dengan gayung lalu saya telungkup di atas kepala saya. Otomatis itu gayung yang ada airnya menempel di kepala, karena tidak ada ruang udara di dalamnya. Setelah itu barulah keseruan dimulai, kita lepaskan pelan-pelan gayungnya dan rasakan sensasi kepala terguyur air. Brrr, segar sekaliii. Nggak ada shower, gayung pun jadi~

BACA JUGA YUK :  Dear Netizen, Kamu Jahat Tapi Lucu.

Kegiatan Kaum Ekonomi Lemah di Kamar Mandi: Mengisi Sabun/Sampo dengan Air

Nah iniii! Pernah beberapa kali saya sedang mandi, dan saat ingin mengambil botol sampo untuk sampoan, ternyata sudah tidak bisa dikeluarkan isinya. Apakah akhirnya pupus harapan saya untuk sampoan? Tentu tidak, karena saya tahu di dalam botol sampo itu masih tersisa sedikit “harapan” di dalamnya. Saya ambil air, saya buka tutup botol sampo dan saya masukkan air ke dalamnya. Tutup kembali botol sampo, kocok-kocok dan keluarkan. Ahhh,  walaupun kebanyakan air tapi akhirnya bisa sampoan~

Kadang-kadang juga ada juga rasa bosan mandi pakai sabun batang, tapi sadar diri kalau sabun cair itu harganya lebih mahal dibandingkan sabun batangan. Apakah pupus lagi harapan saya untuk mandi dengan sabun cair? Oh, tentu tidak, ada cara lagi dan ini menggunakan gayung serta air. Masukkan air ke dalam gayung, lalu taruh sabun ke dalamnya. Putar-putar, angkat sabun dan siram air yang sudah dicampur sabun tadi. VoilĂ , jadilah sabun cair darurat.

Kegiatan Kaum Ekonomi Lemah di Kamar Mandi: Karaokean Dengan Gayung

Kalian sadar, nggak? Kalau nyanyi di kamar mandi itu suka merasa suara sendiri lebih bagus. Jelas, kadang-kadang kalau di ruangan biasa kok suara biasa aja, tapi pas di kamar mandi malah jadi bagus. Nah, karena merasa bagus itulah suka merasa sedang karaokean. Wqwqwq, lagi-lagi alatnya cuman gayung.

Caranya, hanya nutupin mulut dengan gayung dan nyanyi sepuasnya. Rasanya suara menggema-gema di sekitar mulut, dan suaranya (tentu dengan efek kamar mandi) tambah bagus, karena langsung terdengar sendiri. Ya ampun, dipikir-pikir aneh-aneh juga kelakuan saya dan mungkin kaum ekonomi lemah lainnya.

BACA JUGA YUK :  Keluh Kesah Boneka Angin Toko Cat Warna Abadi "Wawawa"

Meskipun seadanya, kegiatan kurang kerjaan kaum ekonomi lemah di atas sebenarnya menunjukkan kalau kebahagiaan itu lagi-lagi datang dari diri sendiri. Kita perlu bertanya ke diri sendiri, yang kita lakukan sekarang bikin bahagia tidak? Apakah memang ini kebahagian yang sedang kita cari? Apakah benar kebahagiaan yang selama ini kita rasakan? Jiah, jadi deep talk.

Pokoknya, intinya kebahagian itu datang dari hati dan diri sendiri. Bukan dari omongan tetangga, soalnya mereka nggak mau tanggung jawab kalau kita kenapa-kenapa. Hahahaha, mamam. Pffft. 

Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Sering dibilang mirip Tulus

View all posts by Nasrulloh Alif Suherman →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *