Jenis-jenis Orang Aneh bin Nyebelin yang Saya Jumpai Saat Demonstrasi

susahtidur.net – orang nyebelin pas demo

Di malam gelap, berujung sepi, hingga lelap terkujur takluk dengan segelas kopi, saya berhalusinasi tentang Indonesia yang makmur tanpa dipreteli kekayaannya oleh oknum berdasi. Sempat saya tertawa kecil dengan apa yang terjadi belakangan ini, terutama dalam hal unjuk rasa kepada pemerintah.

Selama saya ikut berjuang dalam demonstrasi yang lantang, megah, dan tampak mengguncang dunia, ternyata ada beberapa hal nyebelin yang saya jumpai. Urusan paling nyebelin sih ya tetap ada di pihak pemerintah yang kok bisa-bisanya nggak dengerin rakyatnya, tetapi biarlah saya nggak bahas itu di tulisan ini. Beberapa hal nyebelin itu terkait orang-orang yang demonstrasi atau ada di wilayah demonstrasi. Asli, lucu-lucu nggapleki dan berujung pingin hiiihhhhh ke mereka. Nggak habis thinking saya.

Hess.. angel, bundet kabeh! Dan berikut, adalah ulasan tentang jenis orang aneh dan nyebelin yang saya jumpai saat demonstrasi.

Mas-mas Penjual Nasi Bungkus

Nggak terpikir apa yang ada di benak mas-mas tersebut. Iya sih benar, jualan di tempat ramai itu memang lebih memiliki peluang untung besar. Tapi yo nggak terus jualan pas gas air mata dilontarkan to yo, mas. Atau mungkin masnya ini terinspirasi dari film Spongebob yang jualan obor saat demo? Besok lagi kalau ada demo, jangan lagi melakukan tindakan berbahaya lagi ya mas. Boleh jualan, tapi jangan di tengah titik kericuhan. Kasian itu badan, sama keluarga sudah menanti di rumah.

Mbak-mbak Lucu Main Tiktok

Jadi gini, mbak. Haduh. Sek-sek, bingung saya mau bilang apa. Boleh bikin konten tiktok kok, boleh banget malahan, dan nggak dilarang sama sekali. Asli, tenang. Hanya saja lebih baik jangan di tengah-tengah pas demo sedang berlangsung. Takutnya kalau semisal provokator dan oknum sudah mulai beraksi, nanti mbaknya bisa kena lemparan batu dan bahkan lontaran gas air mata. Penuh risiko yang kalian lakuin itu, mbak.

BACA JUGA YUK :  Alasan Mengapa Saya Skeptis Pada Judicial Review UU Cipta Kerja

Tapi kalau semisal mau buat konten yang menarik, terus ada batu melayang, kemudian kena mbaknya, ya silakan. Palingan abis itu kapok Tiktok-an di tengah unjuk rasa. Hadeeeh, jangan diulangi ya, mbak. (Semoga mbaknya, baca.)

Orang yang Sekadar Cari Jodoh

Jodoh sudah ada yang mengatur dan pertemuan dengan jodoh itu bisa terjadi di mana saja, pun kapan saja. Mungkin bisa bertemu di tengah keramaian bakal terasa lebih uwu. Apalagi kan bakal romantis banget gitu kalo tabrakan pas situasi memanas, terus mbak-mbaknya jatuh, terus dibantuin bangun, terus dilindungi pake jaket biar nggak kena gas air mata, terus lari bareng, bergandengan tangan, dan bersama-sama memperjuangkan keadilan. Duh, idaman banget kondisi kayak gitu. Tapi woy, nggak bisa gitu juga. Bukannya apa-apa, kalo ternyata emang bisa kayak gitu, kan kasian teman yang masih jomblo. Uwu-uwu dan romantis-romantisan di depan orang jomblo adalah kejahatan mental yang perlu diberi hukuman berat. Camkan itu!

Saya jomblo, dan saya tidak ingin melihat hal-hal uwu lagi. Apapun kondisinya.

Pakpol yang “Trimo Ngangkring”

Bapak aparat satu ini nyebelin soalnya makan gaji buta. Itu teman-temannya pada kerja dan mandi keringat dalam mengamankan jalannya unjuk rasa, lha tapi bapak aparat ini malah trimo ngangkring. Asli, saya nemuin yang model beginian pas demo di bunderan UGM kemarin. Saya, yang juga malah ngangkring, justru berbincang-bincang hangat dengan blio. Mbok ikut temennya yang lain, Pak. Malah enak-enak nyante. Yah, semoga anak istri di rumah nggak tahu kelakuan bapak. Jajan kok jajan sendiri, anak istri di rumah nggak diajak.

Tapi di sisi lain, bapak aparat  yang pernah saya temui ini justru memberi jawaban warbiyasah saat saya tanyai kenapa blio malah ngangkring. Kata blio, blio nggak mau jadi sorotan negatif, karena banyak media sosial yang nyebarin betapa brutalnya para aparat saat bentrok dengan demonstran. Oke pak, lanjut ngangkringnya.

BACA JUGA YUK :  Pertimbangkan Lima Hal Ini Sebelum Pindah Jurusan Kuliah

Mas-mas yang Rambutnya Kribo

Walaupun tinggi saya 185 cm dan mungkin masih bisa untuk melihat jalannya demonstrasi, saya sering sebel sama mas-mas yang rambutnya kribo. Itu loh, yang kribonya totalitas gitu sampai menghalangi pandangan orang lain. Maksudnya, kalo pas ada yang orasi menggebu-gebu di depan sana, orang yang ada di belakang mas-mas kribo kan jadi kehalang pandangannya. Niatnya pingin lihat yang lagi orasi, karena ketutupan kekriboan si mas-mas, jadinya cuma bisa denger aja. Mbok ya pengertian.

Besok lagi kalau mau demo cukur dulu ya, mas. Minimal rapi atau dikucir lah. Biar nggak nutupin orang-orang di belakangnya. Kasihanilah sesama demonstran dikit lah.

Saya Sendiri

Wheeellaaa, tenanan iki. Ini orang paling nyebelin. Cuma sebatas lihat unjuk rasa. Kadang juga cuma numpang jajan di warung dekat dengan lokasi unjuk rasa. Cuma lihat saja orangnya, bersuara pun hanya sebatas pesan satu gelas es jeruk. Dan nongkrongnya bisa sampai 4 jam, bahkan sambil ngerokok. Bahkan ketika ada kericuhan, orang ini malah nggak peduli. Yang penting tetap merokok dan santai saja. Entahlah orang ini turun darimana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *