Hotel Terbaik di Jogja untuk Nganu-nganu Pas Valentine

Photo by Yohann LIBOT on Unsplash

susahtidur.net – Datanglah ke Jogja. Setiap sudut akan kau temukan hotel dengan segala bentuk mulai dari yang paling murah sampai yang bisa membuat gaji pas-pasanmu lenyap dalam satu malam. Ajak pasanganmu, dan jangan lupa mencari di google dengan kata kunci ‘penginapan di jogja untuk pasangan yang belum menikah’ meski rasanya hampir semua hotel bisa untuk hal semacam itu.

Sebisa mungkin pilih minimal yang bertingkat. Cari kamar di lantai atas dengan jendela menghadap ke area luar. Ah, pemandangannya sungguh luar biasa berupa ketimpangan sosial. Menarik, bukan? Silakan bergegas dan ajak pasanganmu untuk menikmati Valentine yang entah memang harus dirayakan atau tidak.

Di kamar hotelmu, silakan bermesra-mesraan dengan pasangan. Habiskan malam sampai tandas. Lelah bercinta, silakan tonton TV kabel yang tersedia gratis untukmu dan pasanganmu. Tidurlah dengan TV masih menyala namun kalian abaikan, tak lupa dengan AC dingin sehingga kau dan pasanganmu bergelayut erat di balik selimut. Esoknya, silakan nikmati kamar mandi mewah dengan shower yang airnya bisa kauatur level panasnya. Ah, jangan lupa sempatkan bercinta di bawah guyuran air hangat dengan pasangan.

Selepas orgasme berkali-kali, kau dan pasanganmu akan saling memeluk di dekat jendela yang gordennya kaubuka. Indah sekali pemandangan di bawah sana, berupa perkampungan kumuh yang situasinya berbanding terbalik dengan dirimu. Kau tertawa. Merasa menang atas keadaan dan beruntung bisa menikmati kemewahan hotel dengan pasangan yang kaucintai. Pasangan yang bisa diajak tumpang tindih di malam Valentine sambil berbagi desahan. Apakah kalian sudah resmi menjadi suami istri, ah… tak jadi soal buatku.

Konsep cinta begitu sederhana bagimu. Sebatas saling menyayangi dan disertai dengan mengklaim kepemilikan tubuh satu sama lain. Kau, yang menganggap cinta begitu mudah, mungkin akan keheranan jika mengenal salah satu temanku yang tinggal di perkampungan kumuh, jauh di bawah kemewahan hotel tempatmu menginap.

BACA JUGA YUK :  Salahnya Logika Deddy Corbuzier saat Mengkritik KPI

Bagi temanku, cinta sebatas membayar pelacur di setiap minggu dan menyemburkan sperma yang tertahan kondom. Kau pasti akan keheranan kenapa temanku bisa-bisanya, semenjak awal kuliah, sampai kini hampir berusia empat puluh tahun, tidak pernah absen menyewa jasa pelacur di setiap minggunya.

“Cinta itu ribet. Ujung-ujungnya ngentot, harus basa-basi dan keluar duit banyak dulu,” ujar temanku di suatu malam saat kami menenggak Captain Morgan bersama-sama. “Aku pilih gampangnya saja. Lagian pertama kali aku ngentot juga sama pelacur. Malahan semua perempuan yang pernah kupake ya pasti pelacur.”

Kau pasti akan sulit mempercayai ucapan temanku, terlebih ketika dia dipengaruhi Captain Morgan. Kau, yang begitu mudah menemukan cinta, pasti akan mengejek temanku ini, yang kehilangan keperjakaannya di sebuah hotel melati daerah XT Square oleh seorang pelacur. Itu adalah pertama kalinya temanku menyentuh tubuh perempuan. Pun pengalaman pertamanya, temanku hanya bisa diam dan membiarkan si perempuan yang bekerja.

Selepas malam itu, temanku terjangkit candu yang begitu memabukkan. Dia meniduri—barangkali—hampir semua pelacur di tanah monarki ini dari generasi ke generasi. Kau juga pasti akan terheran-heran jika mengetahui alasannya terus melakukan aktivitas ini. Di malam yang sama saat aku dan temanku mabuk Captain Morgan, dia mengatakan bahwa ada orang-orang yang harus diberimakan.

“Perempuan-perempuan itu banyak yang punya suami. Bahkan pernah suami si perempuan yang menyambut di kamar hotel dan nyuruh aku masuk.” Temanku boleh saja mabuk, tetapi perihal keaslian cerita itu, tidak perlu diragukan sama sekali. “Mereka menjual jasa. Aku membeli jasa itu. Apa bedanya sama jasa tukang pijet? Haram dan halal? Halah, ra butuh aku!” dia menenggak Captain Morgannya sekali lagi. “Kalo tiba-tiba semua orang jadi alim dan nggak mau pake jasa mereka, terus mereka nggak bisa menghasilkan duit, mau makan apa keluarga mereka? Udah lah, nggak usah sok suci bilang ‘masih ada pekerjaan halal lainnya’. Prekk. Asu! Kalo semuanya selicin omongan busuk itu, nggak bakal pernah ada itu pelacur, bandar narkoba, penjual miras, atau mbuh opo liyane.”

BACA JUGA YUK :  Berani-beraninya Pemprov Jatim Menarik Dana Hibah 9 M untuk Museum SBY?

Kau pasti tidak akan menangkap apa maksud temanku ini. Kau, yang juga bersetubuh dengan perempuan yang belum ‘halal’ pasti menganggap orang-orang seperti temanku, pun para pelacur-pelacur yang dia tiduri, jauh lebih haram daripada perbuatanmu, kan? Kau juga tidak paham saat temanku rela menjadi sosok yang kaupandang hina demi berputarnya roda ekonomi mereka-mereka yang menjual jasa pemuas nafsu.

“Valentine valentine cangkemu bosok. Ra butuh. Kalo emang cinta, sehabis ditelanjangi dan ditiduri, dikasih duit lah. Masa cuma janji-janji bakal dinikahi?” raung temanku dengan suaranya yang parau. “Koyo aku lho, nggak janji nikahi, tapi ngasih duit dan bisa buat dia nafkahi keluarga. Iki jan jane sing bener sing endi toh? Aku ini membantu roda perekonomian terus berputar, Su!

Mungkin kau akan mengatakan, kalau memang niat membantu, kenapa tidak memberi uang tanpa meniduri mereka saja, benar, bukan?

Argumenmu patah dalam dua bagian. Pertama, kau bahkan tidak membayar perempuan yang kautiduri dengan berbagai posisi itu, bukan? Kedua, menurutmu apa yang akan terjadi jika kau membeli nasi goreng di pinggir jalan, sudah kauberi uang bapaknya, lantas kau menolak dibuatkan nasi goreng? Bapaknya akan merasa ada yang salah, bukan? Entah merasa direndahkan, atau justru khawatir nasi goreng buatannya kauanggap tidak layak konsumsi. Pun apa tujuanmu datang ke tempat nasi gorang jika tidak untuk memakannya? Ah, sayangnya aku sangsi kau akan memahami penalaran seperti ini.

Temanku itu, dengan alasan yang tentu saja tidak bisa diterima agama apa pun, membantu mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan uang. Dia pernah membantu anak SMA yang kekurangan uang entah untuk urusan sekolah atau apa. Pun tak jarang perempuan-perempuan langganannya yang sengaja mengajaknya menginap di hotel karena mereka sedang sangat membutuhkan pemasukan. Tindakan seperti ini, bagimu yang sekalipun sering mabuk dan bercinta namun tak pernah absen Sholat Jumat, pasti sangatlah hina dan penuh dosa. Tak ada kebaikan dalam membantu keburukan, barangkali itu prinsipmu, pun prinsip agamamu dan agama orang-orang di sekelilingmu.

BACA JUGA YUK :  Yang Paling Dirugikan dari Polemik Nissa Sabyan Adalah Rocky Gerung

Terserahlah, tetapi selagi kau menikmati Valentine dengan pasanganmu di hotel terbaik yang kaupilih, jangan-jangan ada temanku di samping kamarmu. Dia yang bercinta dengan perempuan si tulang punggung keluarga. Jangan-jangan pula, lelaki yang kau temui di lorong tadi malam adalah suami dari perempuan yang ditiduri temanku, yang sangat tabah dan setia menemani istrinya bekerja.

Larka

Larka

Bercita-cita punya rambut gondrong

View all posts by Larka →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *