fbpx

Dark Musim 3 Episode 8 – Akhir Cerita Terbaik yang Pernah Ada!

Sumber gambar dari netflix

Setelah semua kejutan yang terjadi, rasanya mustahil akan ada kejutan yang lebih besar untuk serial ini. Ternyata di episode terakhir ini ada kejutan yang jauh lebih besar lagi dan sepertinya tidak pernah ada yang menduganya.

Mari kita bahas.

Benar, Claudia adalah kunci dari semua ini. Setelah perulangan waktu dan alternatif peristiwa yang sudah terjadi mungkin selamanya, Claudia adalah satu-satunya orang yang tidak menyerah untuk menemukan celah dan mengakhiri segalanya.

Saat Adam berusaha mati-matian mencapai tujuannya dan justru terikat perulangan abadi, pun Eva yang juga terjebak dalam situasi yang sama, ada satu titik terang di mana segalanya berubah dan bukan bagian dari perulangan.

Apa yang seharusnya terjadi adalah seperti ini : Adam kecewa dengan hasil yang didapatkan dengan memusnahkan Martha dan janin di perutnya, lantas menjelajah ke realitas lain dan menemui Eva. Di sana Eva telah menantinya dan tahu bahwa Adam akan membunuhnya. Adam membunuh Eva. Hal itu akan memicu Martha yang lebih muda menjadi murka dan mengincar Adam. Adam pada akhirnya akan mati dibunuh Martha muda. Ya, harusnya itulah yang terjadi, tetapi Claudia mematahkan itu semua.

Claudia datang menemui Adam setelah Adam memusnahkan Martha beserta janin di perutnya. Adam yang terkejut melihat Claudia masih hidup menjadi bertanya-tanya bagaimana caranya. Claudia menjelaskan bahwa dia bisa menciptakan dua alternatif peristiwa, sama seperti ketika ada dua peristiwa tentang Jonas muda yang diselamatkan Martha dan Jonas muda yang bertahan di realitasnya.

Martha menjelaskan bahwa dia telah menjadi mata-mata di kubu Adam dan Eva untuk kepentingannya sendiri. Iya, dia memiliki keinginan agar Regina bisa hidup. Menjadi pihak Eva dan Adam memberi Claudia banyak keuntungan. Salah satu keuntungannya adalah fakta bahwa ada satu momen di mana satu peristiwa bisa memiliki banyak alternatif. Peristiwa itu adalah momen saat lubang cacing tercipta dan menghancurkan Winden. Waktu akan berhenti sepersekian detik, dan apabila seseorang mengambil keputusan berbeda pada saat itu, maka akan menciptakan peristiwa alternatif.

BACA JUGA YUK :  Review 4 Episode Awal The King : Eternal Monarch

Claudia mengatakan bahwa selama ini dia mempelajari segalanya. Segala silsilah keluarga di Winden yang ternyata selalu berasal dari perulangan yang sama. Semuanya berasal dari perulangan kecuali satu. Regina. Pun akhirnya kita tahu bahwa Regina bukanlah anak kandung Claudia dan Tronte, melainkan anak pungut yang entah berasal dari mana. Di satu sisi, kita mengetahui bahwa Tannhaus sang ahli jam kehilangan putra, menantu, dan cucu perempuannya yang masih bayi dalam sebuah kecelakaan, tapi anehnya yang ditemukan hanya mayat putra dan menantunya, sementara cucu perempuannya tidak pernah ditemukan. Cucu perempuannya itulah yang akan diangkat anak oleh Claudia dan diberi nama Regina.

Claudia mengetahui fakta bahwa Regina adalah satu-satunya orang di Winden yang bukan bagian dari jerat perulangan, maka dia yakin kuncinya ada pada Regina. Claudia melakukan segala cara agar Regina bisa bertahan hidup meski selalu saja Regina terbunuh. Satu hal yang kemudian mengejutkan Claudia adalah bahwa Regina selalu mati di kedua realitas. Kenapa fakta ini mengejutkan? Karena hampir semua yang mati di satu realitas akan hidup di realitas lain dan begitu pula sebaliknya. Dari hal tersebut pula Claudia memiliki hipotesis tentang adanya realitas ketiga di mana Regina bertahan hidup.

Hasil akhir hipotesisnya ini berujung pada satu kesimpulan bahwa realitas ketiga yang dia cari adalah realitas utama yang karena suatu kejadian membuat realitas Adam dan realitas Eva tercipta. Kejadian yang memicu terciptanya kedua realitas adalah ketika Tannhaus terpuruk atas kehilangan yang dia terima sehingga membuatnya mencoba mencari cara untuk menghidupkan yang sudah mati. Tannhaus membuat mesin waktu selama bertahun-tahun sampai akhirnya berhasil. Tetapi yang terjadi adalah ledakan inti mesin waktunya dan menciptakan dua realitas lain. Perlu digarisbawahi bahwa alasan Tannhaus di dua realitas lainnya tidak menciptakan mesin waktu dan berhasil bangkit dari keterpurukan adalah karena Elisabeth tua datang menemuinya dan menyerahkan bayi Charlotte yang dia curi dari dirinya sendiri.

BACA JUGA YUK :  We Bare Bears Episode 3 - Tiga Beruang Jualan Makanan

Claudia yang memahami semua itu mendatangi Adam dan mengatakan bagaimana cara paling benar untuk menguraikan simpul. Claudia meminta Adam untuk mengirim Jonas ke peristiwa alternatif, sama seperti Eva yang mengirim Martha ke peristiwa alternatif saat menyelamatkan atau membiarkan Jonas sebelum ledakan lubang cacing terjadi.

Adam menyetujuinya. Dia pergi ke masa di mana dirinya yang lebih muda membunuh Martha di depan Jonas. Membiarkan dirinya yang lebih muda pergi, lantas sebelum Martha datang menemui Jonas, dia terlebih dahulu membawa Jonas pergi ke realitas tempat Eva. Adam menjelaskan segalanya. Bahwa waktu berhenti sepersekian detik dan memungkinkan mereka menciptakan peristiwa alternatif.

Adam mengatakan kepada Jonas bahwa ada cara untuk menyudahi segalanya tanpa Jonas harus menjadi dirinya. Dia meminta Jonas untuk menemui Martha dan membawanya ke realitas utama untuk membangkitkan orang-orang mati. Jonas yang dijelaskan segalanya paham apa yang harus dia lakukan. Dia pergi mencari Martha yang sedang dalam perjalanan menuju reaktor nuklir bersama Bartosz, sementara Adam pergi menemui Eva dan tidak membunuhnya. Eva terkejut karena bukan seperti itu yang seharusnya terjadi. Adam menjelaskan segalanya.

Di sisi lain, Jonas harus beradu cepat dengan Magnus dan Franziska tua. Dia harus membawa Martha pergi sebelum Magnus yang membawanya. Pada detik-detik sebelum Magnus membawa Martha pergi, Jonas muncul dan memeluk Martha, tepat saat alat di jaket Jonas aktif dan memindahkan mereka ke realitas utama.

Jonas menjelaskan apa yang harus mereka lakukan, pun apa konsekuensi mereka. Untuk mengakhiri segalanya, mereka harus membangkitkan orang-orang mati agar Tannhaus tidak menciptakan mesin waktu. Itu artinya Martha, Jonas, dan semua orang di realitas Adam maupun Eva akan dihapus dari keberadaan.

Mereka berdua pergi ke goa di hutan Winden. Menelusuri lorong yang belum menghubungkan ke manapun. Mereka menunggu portal untuk terbuka pertama kalinya. Paralel dengan itu, Tannhaus tua telah berhasil membuat mesin waktu dan menyalakannya. Ledakan terjadi.

BACA JUGA YUK :  Dark Musim 3 Episode 6 - Ketertarikan Kuantum

Jonas dan Martha masuk ke momen seperti di film Interstellar saat Cooper jatuh ke lubang hitam dan masuk ke ruang tesseract dan melihat berbagai kilasan masa lalu. Di sini Jonas melihat Martha kecil yang sedang membuka lemari dan bisa melihatnya. Di sisi lain Martha melihat Jonas kecil di depan pintu, dan Jonas kecil juga melihatnya. Semuanya memudar. Martha dan Jonas terlempar ke sebuah jalan raya di malam hari saat hujan badai melanda.

Beberapa saat sebelum itu, Tannhaus dewasa bertengkar dengan putranya dan membuat Putranya memutuskan pulang saat itu juga bersama istri dan anaknya. Yang terjadi seharusnya adalah mereka akan mengalami kecelakaan di jembatan, tetapi Jonas dan Martha menghadang mereka di tengah jalan.

Martha mengatakan jembatan ditutup karena ada kecelakaan. Jonas mengatakan bahwa Tannhaus sangat menyayanginya(nya yang dimaksud putra Tannhaus yang tengah berdebat dengan Jonas). Jonas mengatakan sebuah kutipan khas dari Tannhaus yaitu ‘Yang kita pahami hanyalah setetes air. Yang tidak kita pahami seluas lautan.’

Pada akhirnya mereka kembali ke rumah Tannhaus sementara Martha dan Jonas berdiam di tengah hujan, menunggu mereka terhapus dari keberadaan.

Tannhaus berdamai dengan putranya. Tak ada kehilangan sama sekali yang menimpa lelaki itu, pun tak ada alasan untuk membuat mesin waktu. Kehidupan berlanjut sampai bertahun-tahun kemudian. Realitas Adam dan Eva tak pernah tercipta.

Suatu ketika di rumah yang kita ketahui adalah rumah keluarga Jonas, sebuah pesta diadakan. Ada Hannah yang mengandung di sana. Ada pula Regina–atau Charlotte pada realitas itu–yang sehat tanpa terjangkit kanker. Ada pula Kathrina yang baik-baik saja. Mereka semua berteman. Suatu ketika Hannah merasakan dejavu tentang kehidupan-kehidupan lain. Kemudian saat Kathrina bertanya apakah Hannah sudah memikirkan nama untuk anak dalam kandungannya, Hannah menjawab belum. Lalu dia terdiam. Lalu mengatakan nama ‘Jonas’ sepertinya cocok.

Tamat. Semuanya bahagia. Dengan cara yang sangat luar biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *