Analisis Jelang Pertandingan di Tempat Sampah: Karasuno vs Nekoma

susahtidur.net – Karasuno vs Nekoma

Harian Olahraga Susahtidur – SMA Karasuno tak hentinya menampilkan kejutan dalam jagad dunia voli tingkat Sekolah Menengah Atas di Jepang. Setelah mengkandaskan langganan Inter High, Shiratorizawa Academy dengan lima set, Karasuno lagi-lagi meneruskan kejutan demi kejutannya. Dalam ulasan kali ini, saya selaku jurnalis Harian Olahraga Susahtidur akan membahas lebih dalam perihal sepak terjang tim yang satu ini.

Jalan Terjal SMA Karasuno sampai Interhigh

Miyagi Prefecture kini menghadirkan representasi baru, bukan dari Akademi Shiratorizawa atau SMA Aoba Johsai, melainkan SMA Karasuno, raksasa yang telah lama terlelap dari mimpinya. Dilansir dari Kedaulatan Rakyat Miyagi, keberhasilan SMA Karasuno mengkandaskan dua langganan juara itu tak lepas dari solidnya penampilan tiga rookie mereka, Hinata Shoyo, Tobio Kageyama, dan Kei Tsukishima.

Dua yang disebutkan di awal, menjadi momok mematikan lini serang SMA Karasuno. Serangan cepat dan minus tempo ala setter nomer satu di tingkat SMP se-Miyagi, bertautan dengan agresifitas middle blocker mereka, Hinata Shoyo. Duet ini mengunci beberapa poin krusial, salah satunya mengkandaskan pemain terbaik voli putra di Miyagi, Wakatoshi Ushijima.

Lolosnya SMA Karasuno ke Spring High National Tournament tidak serta merta lantaran tiga rookie mereka saja, Bung. Solidnya lini bertahan, kapabilitas kapten yang ngawis-ngawis, pun daya ledak spikker mereka turut mempermudah jalan terjal Kageyama sebagai setter. Intinya, Kageyama memiliki banyak opsi untuk memberikan umpan-umpan manjanya.

Terbaru adalah SMA Karasuno berhasil mengkandaskan favorit kedua dalam daftar juara setelah Itachiyama Institut, yakni SMA Inarizaki perwakilan Prefektur Hyogo. Dihuni setter nomor wahid dalam kelasnya, Miya Atsumu, SMA Karasuno lagi-lagi harus bersusah payah untuk menang.

TERKAIT:  Hal-hal yang Bikin Saya Males Main Game

Melalui pengamatan saya, kalahnya si kembar Miya dikarenakan kurang agresifnya mereka di lini depan. Padahal, sisi bertahan dan juga back-up sudah memenuhi segala kualitas juara. Lagi-lagi, rookie SMA Karasuno berjalan sesuai rodanya, menggempur SMA Inarizaki habis-habisan.

Duel di Tempat Sampah: Gagak vs Kucing

Setter Nekoma, Kenma Kozume, seakan mendapatkan gairah bertanding ketika menuntaskan penyisihan perwakilan Tokyo. Meski kalah dari Bokuto dkk. melalui pertandingan ketat kontra Fukurodani Academy, mereka lolos setelah harus berjibaku via play-off kontra SMA Nohebi. Perwakilan Tokyo lengkap sudah: Itachiyama, Fukurodani, dan Nekoma.

Lolosnya Nekoma sampai babak ketiga Interhigh, membaptiskan diri bahwa persaingan internal masa lalu antara kedua tim akan kembali terhelat. Yakni persaingan antara Ikkei Ukai dan Yasufumi Nekomata, baik sejak mereka bermain bersama, menjadi rival, atau bahkan menjadi pelatih.

Pertemuan mereka ini disebut duel di tempat sampah lantaran SMA Nekoma adalah representasi kucing, sedang SMA Karasuno adalah gagak. Kedua tim ini ketika bertanding, jarang mendapatkan sorotan media (hanya Harian Olahraga Susahtidur yang sudi meliput seperti ini) karena kurang dianggap penting. Makanya, “tempat sampah” bisa menjadi makna yang luas.

Sampai pelatih Ikkei Ukai pensiun dan dilanjutkan oleh cucunya, Keishin Ukai, kedua tim ini amat jarang bertemu dalam laga resmi. Lolosnya SMA Karasuno kontra SMA Inarizaki, akhirnya duel di tempat sampah kembali tersaji. Namun Yasufumi Nekomata, bukan melawan partner in crime-nya dulu, melainkan sang cucu dari rivalnya.

Prediksi: Nekoma Merepotkan

Banyak media mengatakan bahwa SMA Karasuno akan menang mudah. Hal ini sejatinya sangat beralasan. Karasuno sedang dalam masa terbaiknya, sedang Nekoma belum terbukti kekuatannya. Bagai berat sebelah, duel di tempat sampah kali ini banyak yang prediksi, Karasuno menang mudah.

TERKAIT:  Alasan Kenapa Kumpul di Keluarga Ibu Lebih Seru daripada Keluarga Bapak

Bukan Harian Olahraga Susahtidur namanya jika anti-mainstream. Saya selaku jurnalis olahraga jiwa dan serenata ini akan memprediksi bahwa Nekoma akan menang pada set pertama. Dua set berikutnya, tergantung bagaimana tindak-tanduk Karasuno meladeni permainan gesit si kucing.

Kuncinya ada di, pertama, Kenma, setter Nekoma. Lihat pola Kenma, matanya, tabiatnya, pun dengan bagaimana cara ia meletakkan bola ke lapangan yang kosong dan titik buta lawan. Fisik memang tidak menunjang, Bung, namun ada daya ledak yang ia simpan kala bersua Hinata.

Kedua, Morisuke Yaku, libero Nekoma. Kuncinya adalah redam serve reception dari Kageyama, Asahi Azumane dan beberapa jump floathing Karasuno. Ketiga, Tetsuro Kuroo, midle blocker Nekoma. Nekoma dan Karasuno pernah bertemu dalam latihan musim panas, bisa saja Kuroo memiliki blueprint serangan cepat dari kombo Hinata dan Kageyama.

Tipikal permainan Karasuno di bawah arahan pelatih Keishin Ukai adalah jangan sampai lawan terbiasa melawan skema mereka. Sebabnya, jika lawan sudah terbiasa, sejatinya mudah menghentikan serangan sinkronisasi dari tim ini. Ketika Karasuno berhadapan dengan blocker cerdas, bisa saja mereka kuwalahan. Dan Kuroo bisa menjadi antitesa dari ini semua.

Menangnya SMA Karasuno melawan tim-tim unggulan, saya ragu menyematkan Karasuno sebagai kandidat pemenang. Bagaimana pun kondisi Nekoma saat ini, mereka tetap bisa dijadikan penantang yang serius bagi Karasuno. Selain itu, patut ditunggu, Yu Nishinoya kontra Yaku dan juga Hinata kontra Kenma.

Prediksi kami, Nekoma kalah lantaran fisik setter mereka dikuras habis-habisan oleh lini serang mereka yang menggempur habis di set pertama. Pun Karasuno akan mandek dalam hal penyerangan lantaran defend Nekoma berjalan dengan baik. Patut ditunggu di laga esok, bukan?

Gusti Aditya

Pernah makan belut

View all posts by Gusti Aditya →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *