Etika saat PDKT dengan Mantan Pacar Teman

susahtidur.net – mantannya teman

susahtidur.net – Sudah semestinya kita menjaga hubungan yang baik dengan teman-teman. Cara yang paling sederhana dan sangat mungkin dilakukan adalah menjaga etika pertemanan. Sebab, saya percaya bahwa, dalam berbagai aspek kehidupan, etika sangat penting untuk diaplikasikan, dipraktikan secara langsung. Mulai dari secara tersurat, sampai dengan tersirat. Termasuk saat kita, sebagai teman, ingin PDKT dengan mantan pacar teman kita.

Sebetulnya, nggak ada aturan pasti dan tertulis, saat kita ingin mendekati mantan pacar seorang teman, apakah harus izin terlebih dahulu dengan teman tersebut atau diterabas gitu aja.

Sebagian orang berpikir, namanya udah mantanan dan nggak pacaran lagi, ya sah-sah aja kalau mau deketin. Sebagian lainnya tetap berpikir bahwa etika pertemanan itu penting. Kalau mau PDKT dengan mantan pacar seorang teman, tetap harus minta izin terlebih dahulu biar nggak salah paham dan nyaman ketika menjalani suatu hubungan.

Pasalnya, hal seperti ini sudah sering terjadi berkali-kali. Sepele, tapi malah semakin menjadi-jadi. Ujung-ujungnya, sesama teman yang sebelumnya akrab, malah jadi musuhan karena hal yang sebetulnya bisa diantisipasi diawal. Kalau sudah kadung seperti ini, sangat disayangkan jika hubungan pertemanan yang sudah dibina selama bertahun-tahun, malah berakhir hanya karena kesalahpahaman.

Berdasarkan pengalaman pribadi yang melibatkan saya dalam posisi serupa, saya punya saran bagi kalian yang mungkin sedang jatuh cinta dengan mantan seorang teman. Cara ini bisa kalian lakukan agar tidak ada yang dikorbankan di kemudian hari.

Pertama, katakan kepada teman kalian bahwa, kalian menyukai mantan pacarnya dan punya niatan untuk memulai hubungan yang lebih serius. Apakah berkenan atau keberatan. Jika memang tidak ada kendala sama sekali, kalian bisa melanjutkan hubungan dengan nyaman, tanpa perlu backstreet, atau secara diam-diam. Ujung-ujungnya juga buat kebaikan hubungan kalian, kok.

TERKAIT:  Padi Reborn Sang Penghibur Adalah Talkshow Cringe yang Tetap Berusaha Menghibur

Kedua, seandainya pun seorang teman keberatan karena alasan satu dan lain hal, tapi kalian tetap ingin memperjuangkan seseorang yang disayangi, nyatakan perasaan dengan jujur dan tulus kepada teman kalian. Sampaikan juga bahwa, cara ini dilakukan karena demi menjaga perasaan sekaligus menjaga hubungan pertemanan agar tetap baik.

Daripada harus menjalani hubungan secara diam-diam, terkesan tidak menghargai, dan malah saling ghibah sekaligus mencaci di belakang. Malah bikin nggak enak hati.

Dengan melakukan kedua cara tersebut, artinya, kalian sadar akan etika pertemanan yang, kebanyakan memang tidak tertulis. Pada dasarnya, semua tergantung tingkat kepekaan masing-masing.

Meski hal tersebut memang bukanlah suatu paksaan dan lebih kepada saran, tapi tetap saja terbilang ampuh dan perlu dilakukan. Sebab, sepengalaman saya, sampai dengan saat ini, jika tidak ada obrolan diawal saat ingin menggaet mantan pacar seorang teman, pada akhirnya akan selalu bermasalah.

Ada yang marahan selama bertahun-tahun, ada yang seakan nggak mau saling mengenal kembali satu sama lain. Bahkan pada titik yang paling ekstrim, ada yang sampai adu jotos. Maksud saya, hal ini sangat sia-sia sekali. Apalagi semuanya bisa diantisipasi dengan cara membuka ruang diskusi.

Hubungan asmara itu penting. Hubungan pertemanan juga tidak kalah penting. Keduanya punya tempat tersendiri dalam diri seseorang. Bukan untuk dijadikan pilihan bercabang dengan segala anekdotnya, lalu dipilih mana yang paling benar. Sebab, etika dalam menjaga hubungan pertemanan itu bukan pilihan ganda, apalagi teka-teki silang, Sob.

Pada akhirnya, barangkali kita semua menyadari bahwa cinta itu memang membutuhkan pengorbanan. Tapi, bukan berarti harus merelakan persahabatan. Tentu saja, ada cari lain yang jauh lebih bisa diandalkan. Saling terbuka, tetap berkomunikasi, dan saling memahami hanya beberapa di antaranya.

TERKAIT:  3 Alasan Mengapa Kita Nggak Perlu Pindah Kewarganegaraan

Jika di antara kalian ada yang sedang menghadapi kendala atau dilema serupa, pilihan akhir dikembalikan kepada diri masing-masing. Setiap langkah yang diambil, punya konsekuensi dan risiko masing-masing.

Apakah kalian akan merelakan hubungan persahabatan yang sudah dibina sejak lama. Atau tetap akan memperjuangkan kisah asmara dengan cara yang sebaik-baiknya dan tetap berhubungan baik meski sudah resmi berpacaran dengan mantan pacar seorang teman.

Percaya sama saya, daripada main belakang dan ujung-ujungnya marahan atau saling menyimpan dendam, yang ada malah sia-sia. Jika memang ada cara yang lebih baik, saran saya, baiknya dijadikan opsi utama saja. Hubungan asmara nyaman, hubungan pertemanan juga aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *