3 Alasan Ngehek Kenapa Memilih Berpacaran Secara Backstreet

susahtidur.net – pacaran backstreet

susahtidur.net – Bagi saya, saat dua sejoli memutuskan untuk berkomitmen dalam menjalani suatu hubungan asmara, segala sesuatunya pasti akan butuh pengorbanan. Mulai dari tenaga, waktu, dan biaya. Termasuk juga harus siap jika circle pertemanan semakin menyempit, karena waktu berduaan bersama pacar bisa jadi porsinya lebih banyak dibanding waktu nongkrong dengan teman-teman.

Tentunya, soal gaya berpacaran sekaligus konsekuensinya akan ditanggung oleh masing-masing individu. Apakah dalam menjalani kehidupan asli dan pada media sosial sama-sama bahagia? Atau malah hanya salah satu diantaranya saja?

Terlepas dari persoalan tersebut, ada yang perlu ditekankan dan digarisbawahi. Hal tersebut, soal pamer kemesraan di dunia nyata maupun dunia maya, hanya bisa dilakukan oleh pasangan manapun ketika tidak ada yang ditutup-tutupi dalam suatu hubungan yang dijalani. Saling mengakui satu sama lain bahwa, adalah benar mereka terikat dan saling memiliki. Baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya.

Sederhanya, nggak backstreet atau pacaran secara diam-diam karena beragam alasan. Eh, tapi mana bisa orang yang pacaran secara backstreet pamer kemesraan secara langsung atau posting foto bareng di media sosial. Boro-boro pamer kemesraan. Yang ada malah selalu diselimuti perasaan khawatir, cemas, dan nggak tenang kalau hubungannya sewaktu-waktu akan ketahuan oleh siapa pun yang menentang.

Pertanyaan mendasar saya, memang apa enaknya sih pacaran secara backstreet atau diam-diam begitu? Dalam prosesnya, apa nggak risih, gitu?

Sebagai seseorang yang sudah berpengalaman menjalani hubungan asmara secara backstreet karena keinginan pacar, saya cukup bersimpati dan ikut merasakan keresahan kalian. Sebab, sering kali alasannya betul-betul ngehek. Beberapa diantaranya malah sulit diterima oleh nalar dan akal sehat.

TERKAIT:  Pengalaman Saya Jadi Distributor Jawaban Ujian. Penjaga Stabilitas Nilai Siswa Sekelas

Dari pengalaman pribadi dan kumpulan cerita dari beberapa teman yang juga pernah berpacaran secara backstreet, berikut tiga alasan ngehek saat seseorang memutuskan untuk berpacaran secara backstreet.

Alasan seseorang pacaran secara backstreet #1 beda agama

Konon, hubungan yang kandas karena perbedaan agama itu terbilang pedih. Menyayat hati dan perasaan. Dalam kehidupan nyata, persoalan seperti ini masih sering terjadi. Ada yang kemudian sadar lalu putus. Ada juga yang tetap bertahan, tapi tidak mendapat restu dari kedua orang tua. Jadi serba salah gitu.

Mangkanya, banyak pasangan yang pada akhirnya memilih pacaran secara backstreet ketika berhadapan dengan situasi seperti ini. Tahu-tahu, salah satunya ada yang dijodohin atau ditinggal nikah gitu aja. Apa nggak ngehek, Bos?

Alasan seseorang pacaran secara backstreet #2 nggak mau ketahuan sama pacar pertama

Barangkali ini terdengar aneh. Tapi, jujur saja, saya pernah ada di posisi ini. Karena terlalu dimabuk asmara, saya sampai mau jadi pacar kedua dari seorang perempuan, tepatnya mantan pacar, di masa lalu. Kala itu, menurut mantan pacar saya, ia tidak bisa melepas saya begitu saja karena kadung sayang. Akhirnya, kami menjalani hubungan secara backstreet.

Kalau dipikir-pikir, rasanya bajingan sekali. Seakan kena double kill dalam suatu permainan. Sudahlah jadi pacar kedua, harus backstreet pula. Faedahnya apa, Cah Bagus?

Biasanya, untuk poin ini, masih berkorelasi dengan pernyataan, “Ada perasaan yang harus dijaga.” Kalau saya boleh meminjam salah satu kalimat Mandra yang terkenal dan sangat emosional, sih, “Nyakitin semuanya. Nyakitiiin!”

Alasan seseorang pacaran secara backstreet #3 nggak populer, nggak ganteng, atau nggak cantik

Tidak bisa tidak. Alasan ini betul-betul ngehek dan dialami oleh dua orang teman saya. Satu laki-laki dan satunya lagi perempuan. Saat berpacaran, mereka pernah menjalani hubungan secara backstreet yang, awalnya dirahasiakan oleh pacarnya.

TERKAIT:  Curhat Pria yang Gagal 'Total' Paham Maksud Pacar! #PokoknyaKamuSalahNoDebat.

Namun, lama kelamaan akhirnya sang pacar memberi tahu bahwa, ia terpaksa backstreet karena teman saya, yang menjadi pacarnya, katanya nggak ganteng (untuk teman laki-laki saya) dan nggak cantik (untuk teman perempuan saya). Yang lebih ngehek lagi, ia berkata bahwa, “Tapi, kamu nggak usah khawatir. Aku masih sayang kamu, kok.” Halah, saus tar-tar!

Begini, saudara-saudara. Ada banyak cara dalam menghargai pacar, kekasih, pasangan, atau apa pun sebutannya. “Mengakuinya” di depan umum dan/atau di media sosial hanya menjadi salah satu dari sekian banyak diantaranya. Selain butuh perjuangan, saling memiliki juga butuh pengakuan. Biar sama-sama nyaman dalam menjalani hubungan dan meminimalisir hal-hal di luar dugaan.

Lagipula, kenapa harus backstreet segala, coba? Coba sini cerita. Sebetulnya, hati dan perasaan siapa sih yang sedang kalian jaga di kehidupan nyata dan di dunia maya? Eh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *