Proyek Penambangan Pasir yang Merusak Jalur Evakuasi Merapi

susahtidur.net – penambangan pasir di kawasan Merapi

susahtidur.net – Mengenai yang terjadi di Yogjakarta belakangan ini tentang persoalan Gunung Merapi yang tak pernah ingkar janji,  tentunya saya ikut menanggapi hal yang terkesan sangat genting untuk masyarakat di lereng gunung. Terutama saya juga memiliki seorang teman karib yang tinggal tidak jauh dari Merapi. Penuturan dan cerita mengenai gunung dan evakuasi jika terjadi hal yang mulai genting, membuat saya ikut merasakan atmosfir ketakutan warga saat hal yang tidak di inginkan mulai terjadi.

Sebut saja Eko Rohadi 30 tahun yang berprofesi sebagai Satuan Keamanan. Teman yang dulu pernah satu kerjaan dengan saya ini tinggal di bilangan Cangkringan, sekitar tujuh kilometer dari Gunung Merapi. Beliau menuturkan bahwa saat ini, status Gunung sudah dinaikan levelnya menjadi Waspada. “Buat saat ini, status gunung sudah di level waspada, Ngget. Yang di ungsikan pertama kali ya orang sakit sama lansia. Kalau pemuda dan bapak-bapak masih di atas, soalnya kan juga masih pada beternak dan kerja. Ngarit lah,” kata Mas Eko.

Lalu saya bertanya tentang persiapan apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi datangnya erupsi. Namun sebelum Mas Eko menjawab, tiba-tiba ayahnya datang menghampiri saya. Dalam hati, saya bergumam “Sip, ini kesempatan untuk mengulik info.”

Pertanyaan yang sama, saya lontarkan kepada Pak Sugianto 55 tahun, selaku ayahanda dari Mas Eko tentang persiapan jika terjadi bencana. “Kalau untuk saat ini nggih, mas. Elemen masyarakat dan pemerintah sudah bagus dalam mengantisipasi bencana erupsi Merapi. Itu lho, mas. Di balai desa sekarang sudah disiapkan pos relawan. Banyak banget itu orang-orangnya. Dan ronda setiap malam juga masih berjalan kok,” kata Pak Sugianto

TERKAIT:  Terbawa Suasana Romantis, Demo Aliansi Rakyat Bergerak di Jogja Berjalan Damai

“Cuman begini, mas.” Sontak, hati saya langsung mak deg. Kalimat apa yang akan diucapkan oleh beliau? Jujur, saya bertanya-tanya. Soalnya beliau sambil menyalakan rokok dan terlihat mulai serius.

“Persiapan sudah sangat cukup bagus. Tim relawan juga sudah siap. Hanya saja jalur evakuasi warga kan sekarang sudah banyak yang rusak. Lha wong tiap hari dilewati sama truck pengangkut tambang pasir kok. Nanti kalau ada yang kepleset gimana? Ajur, mas,” ucap beliau

Sempat saya berpikir sejenak. Bukankah sudah sejak lama sebelum ditinggal oleh Almarhum juru kunci Merapi, Mbah Maridjan sudah dilarang untuk menggunakan alat berat? Memang lokasi tempat tinggal Mas Eko ini jauh dari aliran sungai Kali Kuning. Namun saat saya singgah di sana masih banyak truck muatan pasir yang sliwar-sliwer.

Kemudian Pak Sugianto menjelaskan bahwasannya untuk saat ini, pekerjaan menambang pasir sudah menjadi pekerjaan pokok. Sudah tidak seperti dulu yang hanya sekadar untuk pekerjaan sambilan. “Lha wong sekarang itu bayaran bagi para penambang pasir sekitar seratusribu lebih lho, mas. Tapi kebanyakan yang menambang itu orang luar Jogja. Ada yang dari Klaten, Wonosobo gitu. Setiap satu truck bawa 10 orang. Edan kok, lha gimana jalannya nggak rusak nek ngono kui. Kasihan juga kan lingkungannya.”

“Tentang keseimbangan ekonomi, mas. Latar belakang dan untuk ke depannya bagaimana? Galian tambang yang merusak lingkungan sekitar kali itu dampaknya ke depan lho. Lalu nasib anak cucu saya gimana? Kalau kalinya semakin rusak gimana? Memang manusia itu sudah punya takdir. Lha tapi kalau anak dan cucu kita di masa depan nggak sejahtera gimana? Tolonglah, jadi manusia itu mbok ya saling peduli, saling memahami, melihat ke depan gitu lho.” Pak Sugianto menyambung.

TERKAIT:  Kenangan Nyanyian Tentara dan Mahasiswa Tertembak di Kampus Atma Jaya Jakarta November 1998

Pak Sugianto sangat berharap ketegasan Pemerintah untuk menindak lanjuti tentang galian tambang yang ada di Merapi. Jika hanya warga yang bertindak pun, mereka akan tetap ngeyel dan terus menggali uang. Bahkan tak peduli soal keamanan dan kerusakan yang diakibatkan oleh galian. Bagi orang seperti mereka, uang adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki. Tak perduli bagaimana selanjutnya, yang penting adalah uang, uang, dan uang. Hampir sama seperti DPR. Mungkin satu garis keturunan. Mungkin.

“Tolong untuk pemerintah memberikan bantuan berupa konstruksi jalan yang sudah mulai rusak dan tegas dalam mengatur penggalian tambang di lereng. Biar lancar dalam hal evakuasi dan tidak menimbulkan adanya kecelakaan. Itu saja,” ucap Pak Sugianto.

Grantino Gangga

Tinggi Badan: 185cm

View all posts by Grantino Gangga →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *