Saya Setia Menggunakan Axis Meski Sering Jengkel Sama Kualitas Jaringan

susahtidur.net – axis

susahtidur.net – Sebagai seorang buruh yang bisa dikatakan berpenghasilan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya masih merasa bersyukur karena penggunaan internet hanyalah kebutuhan nomor sekian. Bagi saya, internet sebatas sarana penghubung komunikasi dan pengetahuan tentang berita yang terjadi hari ini. Ditambah lagi, saya nggak perlu internet banget buat komunikasi dengan pasangan, atau sebatas mbribik cewek inceran. Saya itu jomblo. Jomblo yang sejomblo-jomblonya dan belum ada tanda-tanda masa jomblo itu bakal berakhir. Dan keuntungan jadi jomblo itu sudah pasti ngirit.

Akan tetapi meski saya jomblo, saya adalah orang yang setia. Tentu saja bukan sama pasangan, karena mana ada jomblo punya pasangan. Kesetiaan saya itu adalah karena saya konsisten menggunakan kartu Axis sejak kelas 2 SMP sampai sekarang ini. Dulu, saya menggunakan kartu Axis sekadar buat telpon dan SMS saja, mengingat internet belumlah seheboh saat ini. Pun dulu, untuk mengakses internet, saya dan teman-teman lebih senang datang ke warnet. Soalnya di tahun itu—2010—mengakses internet menggunakan HP masih memiliki banyak keterbatasan, mulai dari keterbatasan teknologi dan keterbatasan kuota data. Makanya, saat libur panjang tiba, warnet adalah tempat paling mengasyikkan karena saya bisa bermain Facebook, entah nulis-nulis status alay, ngepoin akun Facebook cewek kelas sebelah, atau malah buat mainan Ninja Saga—itu loh, game Naruto wannabe yang sempet populer.

Jadinya ya, penggunaan kartu Axis pada masa itu memang hanya untuk SMS dan telpon. Saat itu, Axis memberikan pelayanan yang bagi saya adalah terbaik, seperti mengirim sms hingga 7 kali, kemudian mendapatkan gratis telpon dan SMS sepuasnya. Gila saja, pada saat itu mendapat fasilitas gratis SMS sepuasnya adalah kebahagiaan level dewa. Saya jadi bisa SMS-an dengan gebetan dari pulang sekolah sampai larut malem dan ketiduran.

TERKAIT:  Alasan Kucing Diam dan Melihat ke Satu Titik

Barulah saat lulus SMA, saya mulai upgrade hp ke android. Saat itu Asus zenfone menjadi hp android saya pertama kali. Dengan GSM yang sama, ternyata Axis memberikan paket internet yang tak perlu untuk merogoh kantong dengan sangat dalam.

Namun pada waktu itu jaringan Axis tidak terlalu kuat. Untuk sekadar bermain COC saja, saya sering kalah War karena sinyal yang sendlap-sendlup. “Marai cangkem,” kata teman-teman saya yang juga sering kehilangan sinyal. Tapi tetap saya menggunakan Axis sebagai mitra internet. Hanya karena saya tidak ingin dicap sebagai orang yang sering ganti nomor.

Untungya, karena saya tetap mencoba setia dari dulu sampai sekarang, saya jadi tau bagaimana perkembangan provider yang satu ini. Saat ini, jaringan Axis sudah mengalami kemajuan dan tidak se-slundap-slundup beberapa tahun lalu. Suda lebih kuat lah. Tetapi meski  sudah lebih kuat, provider yang satu ini kadang sinyalnya menghilang begitu saja. Tak ada angin, tak ada hujan, tiba tiba hilang begitu saja. Seperti gebetan yang tiba-tiba diambil temen—ehh.

Nah, sinyal yang tiba-tiba hilang seperti itu membuat saya kesulitan berkomunikasi di media sosial. Kalau saya, yang bukan siapa-siapa ini sih barangkali masih bisa memafkan kondisi sinyal hilang tiba-tiba ini. Tetapi jika suatu ketika, saya menjadi pebisnis yang super sibuk dan harus intens berhubungan dengan banyak orang, kan sinyal yang stabil adalah hal yang sangat penting. Ya kali, saya lagi mrospek tanah lahan Pak RT desa sebelah buat buka cabang angkringan terbaru, mendadak sinyal hilang dan komunikasi dengan Pak RT tersendat, kan jadi menimbulkan kesan tidak serius di mata Pak RT. Itu baru saya, belum lagi pebisnis-pebisnis super sibuk di luar sana. pasti mereka dongkol bukan main kalo pake Axis dan sinyalnya nggak stabil gini. Tolong pihak Axis untuk segera memperbaiki sinyal yang tiba-tiba hilang tersebut, ya.

TERKAIT:  Panduan Permintaan Reschedule Interview Kepada HRD Bagi Pelamar Kerja

Tetapi meski sinyalnya kadang menghilang, akhir-akhir ini Axis sering memberikan kejutan hadiah berupa motor vespa, macbook, dan masih banyak lagi dengan cara yang sangat gampang. Cukup membeli paket internet 8 Gb saja, saya sudah dapat tiket platinum. Nah, dari tiket tersebut nanti bisa ditukar dengan hadiah menarik.

Meski ya, seumur-umur saya ngincer hadiah vespa, ujung-ujungnya gagal mulu. Tapi nggak apa-apa, meski gagal mendapatkan hadiah utama, kita bakal dapet ganti seperti paket nonton YouTube atau bahkan yang lebih heboh ya paket internet gratis 12 GB buat sebulan. Tapi ya gimana, wong saya maunya Vespa, malah dikasih paket nonton YouTube. Masa pinginnya jalan-jalan menyusuri Bantul pake Vespa, yang kesampaian cuman nontonin video Vespa di YouTube. Kan menyebalkan.

Selain hadiah-hadiah itu, alasan saya setia dengan Axis adalah paketan internetnya yang kelewat murah. Bayangin aja, dengan Rp 25.969, saya sudah mendapatkan paket internet 8 Gb selama 24 jam full. Nggak setengah-setengah dan beneran full, meski ya hanya untuk 7 hari saja. Menurut saya itu sudah  irit dan seringnya malah mubadzir. Lha wong saya menggunakan media sosial cuma WhatsApp, Facebook, Twitter, Instagram saja kok. Jarang banget membuka Youtub. Ngegame yang ngabisin kuota? Halah, sudah nggak minat.

Makanya, dengan banyak alasan itu, baik alasan historis maupun alasan teknis, saya tetap setia dengan Axis. Harapan saya sih karena saya sudah sangat setia, pihak Axis mau berbaik hati memberikan saya Vespa yang aduhai itu. Asli, seumur-umur, saya belum pernah itu dapet hadiah-hadiahan. Belum pernah menang giveaway babarblas. Makanya, mbok saya diberi kesempatan sekali saja dalam seumur hidup untuk memenangkan give away. Sekali saja. Vespa. Vespa doang kok, Xis. Kalo udah dikasih Vespa, saya bakal lebih setia deh. Lebih dari itu, saya bersedia kok kalau harus menjadi Duta Axis Senusantara.

Grantino Gangga

Tinggi Badan: 185cm

View all posts by Grantino Gangga →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *