Demo Revolusioner Army Ricuh, Shichibukai: Udah Baca Poneglyphs Belum?

susahtidur.net – ricuh di marijoa

Demo Revolusioner Army yang digawangi oleh Monkey D. Dragon di Marijoa berakhir ricuh. Beberapa media menyetir tayangannya, menampilkan oknum yang menyamar sebagai Revolusioner Army, terlihat sedang membakar sebuah pos satpam di depan Marijoa. Sabo dengan buah iblis Mera-mera no Mi, dengan spesifikasi api, disalahkan dalam hal ini. Seluruh berita, buzzer, dan simpatisan Marijoa, fokus kepada hal tersebut.

Satu sisi gelumbang serangan kejut melalui Den Den Mushi, media sosial dalam jagad One Piece, mengingatkan Revolusioner Army harus hati-hati, karena ada oknum Marijoa yang disokong Marine menyamar menjadi oknum yang provokasi. Walau sebagian publik lagi banyak yang bilang, demo yang menuntut agar pihak World Government jangan semena-mena kepada rakyat di Marijoa, itu demo ricuh dan merugikan fasilitas publik.

Lebih keji lagi, beberapa Bellyzzer (buzzer yang dibayar pemerintah) melalui Den Den Mushi menyalahkan aksi adik-adik mahabajaklaut seperti Topi Jerami dan Kid Pirates sebagai dalang kerusuhan. Padahal, beberapa bajak laut pendatang ini keok dihajar oleh Marine busuk. Apakah ada Marine yang baik? Tentu saja ada, namun kalah karena “oknum marine” ini jumlahnya lebih banyak.

Beberapa influencer di jagad One Piece, lebih nggathelinya menanyakan pemahaman para peserta aksi. Kurang lebih, mereka bertanya secara menohok seperti ini, “itu yang ikut demo, udah baca draft Poneglyphs sampai tuntas belum?” lucu memang. Mereka yang tidak berdampak dari aturan busuk World Government, berbicara secara serampangan seperti itu.

Padahal, menurut fakta, tim Revolutionary Army didukung oleh beberapa praktisi, ahli hukum, kaum akademika, buruh, serikat pekerja, hingga arkeolog yang bisa membaca poneglyphs seperti Nico Robin dan Koala (baru belajar). Tidak ada tendensi lebih bagi para influencer menanyakan apakah peserta aksi Marijoa, sudah membaca draft poneglyphs atau belum.

TERKAIT:  Kekacauan di Negara yang Pemerintahannya Buruk itu Sesekali Perlu

World Government menyimpan koreng yang meresahkan masyarakat dunia. Mereka lebih mementingkan cukong dan investor besar seperti 4 Naga; Kaido, Big Mom, Shanks, dan Kurohige. Mereka menyepelekan rakyat, bahkan menggadaikan alam dan manusia seperti di area Sabaody Archipelago.

Hak buruh untuk bekerja, rasanya seperti pepesan kosong lantaran diberikan seutuhnya kepada si cukong. Tidak ada cuti hamil, apa lagi menstruasi. Para buruh, dalam aturan semena-mena World Government, malah jadi seperti budak belian. Para cukong juga bertindak sesuka hati. Lihat saja Wano yang dieksploitasi–baik alam hingga manusia nya– oleh salah satu dari 4 Naga, Kaido.

Pasukan Revolusioner yang turun ke jalan, sudah kalah dalam aspirasi, ditambah kalah melalui Bellyzzer (buzzer bayaran) di Den Den Mushi. Media sosial yang satu ini memang jancuk sekali. Para Bellyzzer ini memecah belah masyarakat One Piece agar terbagi menjadi dua kubu. Seperti yang saya sebut di awal, kubu protes aksi pembakaran, dan mereka yang mengatakan World Government atau pemerintah, bahkan membakar lebih parah.

Muhammad Arif Nur Hafidz

Aku ingin terkenal

View all posts by Muhammad Arif Nur Hafidz →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *