Tes Baru yang Menurut Saya Harus Ditambahkan dalam Ujian SIM A

susahtidur.net – ujian SIM A

Sebetulnya, artikel ini adalah bumerang bagi saya. Bagaimana tidak, sejak 2017 saya mengikuti ujian SIM A dan belum lulus sampai hari ini. Ujian SIM A sudah sulit sejak awal, bahkan tanpa perlu menambahkan tes baru. Lalu kenapa saya malah menambah masalah baru dengan mengusulkan varian tes baru? Tentu, bukan dengan alasan “demi konten” ya.

Alasan saya sederhana: mengendarai mobil tidak hanya sekedar gas, rem, dan memutar kemudi. Jika Anda pikir mengendarai mobil sesederhana itu, Anda salah kaprah antara mobil dengan boom-boom car. Mengarahkan kotak besi untuk berjalan dengan nyaman dan aman bukan perkara mudah. Maka dari itu, perilaku pengemudi yang santun dan bertanggung jawab juga perlu dibentuk oleh para peserta ujian SIM A.

Nah, saya pikir tes yang diberikan selama ini belum cukup. Memang, parkir paralel dan berhenti di tanjakan adalah tes yang penting bagi peserta ujian SIM A. Tapi mengendarai mobil tidak hanya ngang ngeng di jalanan. Maka saya usulkan tes berikut untuk diberikan pada peserta ujian SIM A.

1. Tes mengerem dengan tidak mendadak

Ini tes yang menurut saya penting diberikan. Alasan saya sederhana: rem mendadak adalah sumber bencana dan dosa rakyat banyak. Bayangkan sebuah kotak besi besar tiba-tiba mak jegagik berhenti di depan Anda. Pilihan Anda adalah ikut mengerem mendadak, melempar motor ke samping, atau ditabrak sekalian dengan segenap jiwa raga.

Dengan memberikan tes mengerem secara tidak mendadak, besar harapan saya fenomena ngerem mendadak ini bisa punah dari jalanan Indonesia. Tes yang diberikan juga sederhana saja. Jika peserta mengerem mendadak berarti gagal. Faktor penilaian rem mendadak ini adalah fenomena mak jegagik. Jika pihak yang mengetes terpental atau njlungup saat mengerem, gagal sudah si peserta ujian.

TERKAIT:  Tata Cara Mengisi Bensin Yang Penuh Barokah

2. Tes menyalakan klakson

Mengapa saya merasa memencet klakson perlu diujikan? Berdasarkan pengalaman, pengendara mobil sering mengklakson dengan begitu arogan. Seringkali, klakson ditekan berlebihan dan lebih dari 1 detik. Padahal, yang diklakson hanyalah kendaraan yang sedikit lambat, kadang sudah santun dalam berkendara. Apalagi saat lampu merah berubah jadi lampu hijau, klaksonnya ditekan seperti terompet sangkakala.

Nah, pihak penguji perlu mengamati perilaku peserta ujian saat menyalakan klakson. Mungkin bisa menggunakan kejutan seperti orang sliweran atau penguji yang menyamar sebagai pengendara lain. Jika peserta ujian menekan klakson dengan penuh amarah dan lama, silakan dicatat sebagai peserta yang gagal. Dengan pengendara mobil yang lebih santun saat mengklakson, pengendara lain bisa terhindar dari dosa marah dan ghibah, lho.

3. Tes mobil mogok

Mobil tiba-tiba mogok adalah bencana yang menguji akal sehat dan kesabaran. Seorang pengendara mobil dituntut untuk tetap bijak ketika harus menepi dan meminta pengendara lain untuk memberi ruang bagi mobil yang mogok. Tapi, seringkali pengendara mobil yang mogok asal berhenti, kadang di tengah jalan ramai. Bukannya memandu pengendara lain agar memberi ruang, seringkali mereka marah-marah karena merasa tidak mendapat support ketika kena halangan.

Maka dari itu diperlukan tes mobil mogok. Mobil peserta ujian SIM A bisa dioprek untuk tiba-tiba mogok. Penilaiannya berdasar sikap peserta ujian saat mendapati mobil ujian mogok. Jika peserta marah-marah, tidak sigap, atau menyalahkan penguji, peserta dinyatakan gagal ujian. Agar mobil bisa mogok mendadak, bisa menggunakan busi bekas dan kotor. Untuk perkara busi bekas, kebetulan saya punya banyak dan berbagai jenis. Minat DM!

4. Tes membuang sampah

Membuang sampah sembarangan adalah perilaku yang tidak terpuji. Dan pengendara mobil yang membuang sampah sembarangan adalah sampah sebenarnya. Saya sering penasaran, apakah mobil si pembuang sampah ini sangat padat dan penuh pernak-pernik? Sampai-sampai membuang sampah saja harus sembarangan diluar mobil. Apalagi dengan gestur yang tak berdosa, memicu keinginan saya untuk meng-hih si pengendara.

TERKAIT:  Cara Ajaib Biar Bisa Bangun Sahur

Ujian untuk tes ini memerlukan seperangkat camilan. Sediakan camilan di dalam mobil ujian, dan izinkan peserta ujian untuk menikmati camlian tersebut. Jika setelah nyemil, si peserta ujian melempar bungkus sisa makanan keluar, fix dia gagal tes ini. Setidaknya, kelak peserta akan ingat sebuah nilai moral: buang sampah sembarangan bisa menggagalkan mimpi. Mimpi punya SIM A misalnya.

5. Tes menyalakan lampu sein

Siapa bilang sein ngasal adalah privilege pengendara motor matic? Saya sering menyaksikan mobil yang menyalakan sein kanan, tapi belok kiri. Lebih parah lagi adalah tidak menyalakan sein saat membelok mendadak di jalanan. Selain mengancam keselamatan saya, perilaku yang demikian mengancam timbangan dosa saya ketika di alam berikutnya! Tes menyalakan lampu sein ini sangat sederhana, tapi saya rasa sangat krusial. Jika sejak awal ujian peserta tidak paham pentingnya sein, sudah pasti saat di jalanan blio tidak merasa lampu sein bisa jadi sumber bencana dan dosa. Apa salahnya memberikan pendidikan dan tes perihal lampu kuning kelap-kelip ini?

Den Baguse Prab

Orang yang setia untuk mempertanyakan segala hal. Membenci banyak hal dan orang dalam kebencian yang setara dan egaliter.

View all posts by Den Baguse Prab →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *