Alasan Kenapa Kumpul di Keluarga Ibu Lebih Seru daripada Keluarga Bapak

Photo by Pablo Merchán Montes on Unsplash

Bagi sebagian orang, acara kumpul keluarga merupakan suatu acara yang dinanti-nanti untuk bersuka cita dan bergembira bersama dengan para saudara, biasanya keseruan akan melibatkan lintas generasi. Jika sudah lama tidak bersua, momen kangen-kangenanya pasti akan lebih terasa.

Di keluarga saya, acara kumpul keluarga biasanya dilaksanakan pada waktu tertentu. Pada hari raya, ketika ada arisan keluarga, atau acara yang memang sudah direncanakan sebelumnya. Baik acara yang diselenggarakan dari pihak keluarga Ibu maupun keluarga Bapak. Namun, entah kenapa selalu ada perbedaan mencolok yang dirasakan, antara ketika saya berkumpul di ruang lingkup keluarga Ibu dengan berkumpul di ruang lingkup keluarga Bapak.

Rasa-rasanya, kumpul di keluarga Ibu selalu lebih rame suasananya, lebih bisa tertawa terbahak-bahak, dan ngobrol tentang banyak hal. Bisa lebih akrab aja gitu. Sangat berbanding terbalik ketika saya sedang kumpul dengan keluarga Bapak. Rasanya lebih hening, suasananya serius, dan tak jarang malah sibuk masing-masing.

Di keluarga Ibu, saya dan saudara lainnya bisa berbincang, diskusi, juga bercanda tanpa harus jaga image. Di keluarga Bapak juga sama, sih. Tapi, entah kenapa selalu lebih serius diskusinya. Topik yang dibicarakan pun terbilang berat. Politik, sejarah, dan lain sebagainya. Belum lagi candaan yang so yesterday banget. Jokes bapak-bapak yang sesungguhnya, hampir semua disebutkan oleh anggota dari keluarga Bapak.

Untuk memastikan apakah yang saya rasakan valid atau tidak, sekadar bias atau bukan, saya sudah coba curhat dengan 7 orang teman, 6 diantaranya merasakan hal yang sama. Merasa lebih nyaman dan akrab saat berkumpul dengan keluarga Ibu dibanding keluarga Bapak.

Hal tersebut betul-betul masih menjadi misteri bagi saya, sampai akhirnya saya melakukan refleksi diri, bertanya kepada beberapa anggota keluarga, dan bertukar pikiran dengan 6 orang teman saya, agar mendapat jawaban, kenapa saat kumpul di keluarga Ibu kok rasanya lebih seru dan akrab dibanding saat berkumpul dengan keluarga Bapak.

TERKAIT:  Punya Satu Adik Lebih Menyebalkan daripada Punya Tujuh Kakak

Pikir saya, hal ini tidak terlepas dari perbedaan karakteristik antara seorang Ibu dan Bapak, juga kelekatan antara Ibu dan anak yang tidak dapat disepelekan.

Berikut hasil refleksi dan survey kecil-kecilan yang sudah saya lakukan, mengenai alasan kenapa kumpul di keluarga Ibu sering kali jauh lebih menyenangkan dan seru dibanding ketika kumpul dengan keluarga Bapak.

Bagaimana keluarga besar dari Ibu cenderung lebih seru, rame, dan terkesan lebih asyik, sedangkan keluarga besar dari Bapak sebaliknya.

Kebanyakan Ibu gampang dekat dengan anak-anaknya karena memiliki keterbukaan. Biasanya Ibu tahu, kapan harus menjadi pendengar yang baik, dan kapan menjadi teman cerita yang baik bagi anak-anaknya. Dan sifat tersebut entah kenapa dimiliki juga oleh keluarga Ibu. Sehingga ketika kumpul keluarga, terciptalah keseruan yang tiada tara. Karena satu sama lain akan saling bertanya, talk-active, dan antusias dalam berbicara.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan anggota keluarga Bapak yang cenderung kaku. Dan ini dialami juga oleh 6 orang teman yang saya ceritakan sebelumnya. Sepertinya, watak seorang Bapak yang tidak banyak bicara memang menjadi hal lumrah, kemudian terbawa juga hingga ruang lingkup keluarga besar. Karena itu, jadi agak sungkan aja gitu untuk bercanda dan berbicara tentang banyak hal.

Kendati demikian, bukan berarti keluarga besar dari Bapak nggak ngajak ngobrol sama sekali, sih. Cuma sering kali pemilihan topiknya aja yang kurang seru untuk dibicarakan oleh anggota keluarga lainnya. Mangkanya, yang ngobrol ya itu-itu aja. Hehehe.

Ada juga juga alasan geografis, mengenai lokasi rumah para saudara Ibu yang biasanya lebih dekat dibanding keluarga Bapak. Hal tersebut membuat kita lebih mudah dan lebih sering berkunjung ke rumah saudara Ibu dibanding saudara dari Bapak. Secara perlahan dan tanpa disadari, intensitas dalam berkomunikasi dan menjalin keakraban antara satu saudara dengan yang lainnya pun terbentuk.

TERKAIT:  Alasan Kenapa Kumpul Bersama Keluarga Besar itu Menyebalkan

Selain itu, menurut survey kecil-kecilan yang sudah saya lakukan, entah kenapa, di keluarga besar Ibu banyak yang seumuran dengan kita sebagai anaknya. Jadi, obrolan terasa lebih nyambung karena masih satu frekuensi dan rentang usianya tidak terlampau jauh. Keluarga dari Bapak justru sebaliknya. Mau bagaimana pun, tanpa berniat sama sekali untuk ofensif, realitanya memang demikian, kan? Namun, tetap saja, bukan berarti kita nggak sayang, apalagi menjauh dari keluarga besar Bapak. Jelas itu adalah dua hal yang berbeda. Kalau memang mau dibuat seru, mungkin bisa dimulai dari kita dalam beradaptasi dengan segala topik pembicaraannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *