Alasan Mengapa Calo Masih Dibutuhkan di Negeri ini

susahtidur.net – calo

susahtidur.net – Calo, ketika kita mendengar kata ini mungkin agak mengganjel di telinga, seperti cureg yang ingin kita segera buang dengan peniti, eh salah maksudnya dengan cotton bud. Memang, calo ini seperti buah durian ketika pertama kali mencium baunya. Bagi yang doyan dan suka dengan durian, bau dari durian akan sangat merangsang untuk segera dilahap, tetapi bagi yang tak suka dengan baunya, pasti akan segera minggat walaupun rasanya enak.

Sama seperti durian, calo juga akan sangat enak bagi penikmat jasanya, tapi sangat memuakan bagi mereka yang kena durinya. Tengok saja ketika PT KAI belum secakep sekarang. Tanyakan kepada pengguna jasa kereta di Indonesia sebelum Iganasius Jonan mereformasi perusahaan ular besi ini pada tahun 2012. Begitu sulitnya mareka mendapatkan tiket kereta api saat hendak pulang ke kampung halaman saat lebaran.

Meskipun mereka sudah antri berjam-jam, tapi akhirnya mereka harus kecewa karena tiket kereta api sudah habis terjual, dan mau tidak mau karena sudah kangen akan kampung halaman, mereka harus membeli tiket KA dari calo yang harganya naudzubillah. Calo juga beraksi di penjualan tiket untuk pertadingan sepak bola dan harganya sama mencekiknya dengan harga di tiket kereta api.

Namun sesuai pepatah durian di atas tadi, tidak semua bau dari calo itu membuat banyak orang muntah. Karena bau dari calo tersebut juga sukses membuat banyak orang di negeri ini jatuh cinta dengan mereka. Sebut saja calo saat proses pembuatan SIM atau Surat Izin Mengemudi. Bagi penduduk +62 yang sudah berumur di atas 17 tahun, memiliki SIM adalah sebuah keharusan yang kudu didapat.

BACA JUGA YUK :  Menang Atau Kalah Gugatan ke MK, UU Cipta Kerja Bakal Jalan Terus

Tetapi, bukan perkara mudah untuk mendapatkan SIM di negeri ini, banyak serangkaian tes yang harus dilakukan oleh pemohon agar bisa mendapatkan surat berharga tersebut. Mulai dari tes kesehatan, tes teori, tes praktik sampai yang terbaru ada tes psikologi bagi pemohon SIM. Dari serangkaian tes yang panjang dan melelahkan inilah, calo calo hadir menawarkan bantuan yang sangat menggoda iman dan imron kita.

Bagi orang-orang yang tak suka proses yang bertele-tele, kemampuan mengemudi yang masih pas-pasan atau orang yang sangat menghargai waktu, keberadaan calo sangat dibutuhkan, karena mereka bisa meminimalisir peluang gagal dan juga waktu yang terbuang tidak akan banyak. Meski ada konsekuensi yang harus mereka tanggung, yaitu biaya yang membengkak dari biaya normal.

Sebagai ilustrasi, untuk mendapatkan SIM C untuk sepeda motor, biaya rata-rata untuk kawasan Jawa Timur berkisar di angka Rp 125.000. Biaya itu sudah termasuk biaya tes kesehatan. Sebenarnya dengan harga tersebut, menunjukkan bahwa membuat SIM itu tidak mahal alias masih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Tetapi yang perlu digaris bawahi, dengan harga tersebut tidak ada jaminan lolos dan mendapatkan SIM.

Karena, seperti yang telah dijelaskan di atas kalau ada 4 tes yang harus diselesaikan pemohon untuk mendapatkan SIM. Jika salah satu dari keempat tahap itu gagal, pemohon harus mengulanginya lagi di kemudian hari. Dan tentu membuat waktu, tenaga dan biaya akan kembali bertambah. Belum lagi bila mereka sudah kerja, maka mau tidak mau mereka harus membuat izin baru dan itu tidaklah gampang.

That’s why, calo itu sangat dibutuhkan, karena dengan koneksi silumannya, mereka mampu membuat sesuatu yang sangat sulit menjadi amat sangat mudah hingga membuat pelanggannya senang karena mereka bisa hemat waktu, tenaga dan juga kepastian. Karena mereka tinggal datang ke Samsat untuk melakukan foto, pemindaian sidik jari dan tanda tangan. SIM pun sudah ditangan. Horeee……

BACA JUGA YUK :  Daripada Menggugat Live Streaming Media Sosial, Mending RCTI Menggugat Tetangga Mereka

Sementara, untuk biaya calo, pada umumnya berbeda-beda tergantung pribadi, daerah dan tingkat kesulitan untuk melakukan koneksi silumanya tersebut. Tetapi dari pengakuan  saudara yang pernah menggunakan jasa calo, harga yang dipatok untuk membuat SIM C memang bikin mengernyitkan dahi yaitu sebesar Rp 750.000. Tetapi, harga yang mahal itu sesuai dengan kepastian yang akan mereka dapat, yaitu SIM pasti jadi. Dari uraian di atas itulah, calo kemungkinan tidak akan hilang dari Bumi Pertiwi, atau bahkan jangan sampai hilang. Karena sesuai pepatah, ada gula ada semut yang artinya, calo akan tetap ada selama permintaan masih ada dan kemungkinan akan tetap ada. Karena bagi orang-orang lebih mementingkan waktu dan kepastian, mereka akan tetap membutuhkan calo untuk membantu mereka dan tak masalah bila harus keluar uang banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *