Alasan Kenapa Orang yang Bau Badan Tidak Sadar Bahwa Dirinya Bau Badan

susahtidur.net – bau badan

Sudah sejak lama seseorang dengan aroma badan yang tidak sedap, jadi bahan pergunjingan. Mau sudah kenal satu sama lain atau yang baru dikenal, secara otomatis seseorang akan langsung merasa risih jika menghirup bau ketek. Tapi, sering kali enggan menegur. Alasannya klise sekaligus klasik. Nggak enak, takut dia tersinggung, marah, lalu merusak hubungan pertemanan.

Oke. Jika alasannya memang demikian, seharusnya kalian bisa lebih fair dengan tidak menggunjing atau julid terhadap seseorang yang memiliki bau badan tidak sedap, dong?

Lagipula, betul-betul aneh dan termasuk dalam logika terbalik. Takut seseorang tersinggung sekaligus marah, tapi malah tetap ngomongin di belakang. Bukannya itu lebih parah? Kalau mau fair, seharusnya kalian tidak perlu merasa risih sama sekali, abaikan saja aromanya. Kemudian, ngobrol dan kumpul seperti biasanya.

Gimana? Cukup fair, bukan?

Pasalnya, saya mulai merasa risih jika ada seseorang atau sekelompok orang, menggunjing temannya yang lain yang dirasa memiliki aroma badan yang tidak sedap. Maksud saya, gunjingan atau omongan kalian di belakang itu tidak akan mengubah apa pun. Badan atau ketek seseorang tidak akan tiba-tiba menjadi wangi dan harum semerbak karena omongan julid kalian.

Solusinya, bilang secara langsung dan jelaskan bahwa aromanya sudah termasuk mengganggu kenyamanan orang lain. Khawatir seseorang tersinggung? Sekarang, pilih mana: lebih baik kita menyampaikan tentang kondisi yang sebenarnya lalu ia tersinggung sekali saja, atau dipergunjingkan terus-menerus tapi tidak ada perubahan sama sekali?

Lagipula, tersinggung itu bagian dari proses pendewasaan dalam hubungan pertemanan. Selama disampaikan dengan baik, seharusnya sih bukan masalah.

Saya merasa antusias menceritakan topik ini, karena sudah pernah berbincang secara langsung dengan seorang teman (sebut saja Yanto, nama samaran) yang sebelumnya memiliki aroma badan tidak sedap. Agar lebih mudah, akan saya persingkat istilahnya menjadi bau badan.

BACA JUGA YUK :  Wahai Sarjana Muda, Tobatlah Mimpi Dapat Kerja Gaji Gede!

Percakapan saya dengan Yanto betul-betul membuka wawasan saya tentang seseorang yang bau ketek. Yanto, mungkin juga sebagian besar orang dengan bau ketek, sebetulnya tidak ingin mengganggu kenyamanan orang lain karena aroma sedap yang berasal dari anggota tubuhnya. Tapi, apa daya, mereka sendiri tidak menyadari hal tersebut.

“Yanto, sebelumnya mohon maaf, nih. Mau tanya tentang bau badan. Lo kan sering disindir, ya. Banyak yang jadiin ini bercandaan atau bahan julid. Menurut lo, harusnya gimana? Nggak apa-apa kan gue tanya hal ini?” tanya saya.

“Nggak apa-apa. Santai aja. Lagian, sekarang badan gue udah nggak bau, kok. Hahaha,” jawab Yanto lalu disambung dengan tawa yang menyebalkan. “Gini. Dari pengalaman pribadi, gue nggak sadar sama sekali kalau badan gue itu bau dan mengganggu. Sampai akhirnya ada teman yang berani negur secara langsung. Setelah itu, gue langsung berbenah. Pake sabun yang bersih, deodoran, parfum, atau meminimalisir makanan yang bikin badan bau,”lanjut Yanto dengan penjelasan yang mudah dipahami.

“Menurut lo, nih, kenapa seseorang yang bau badan itu hampir selalu nggak sadar kalau dia itu punya aroma badan yang nggak sedap?” saya lanjut bertanya dengan tatapan serius.

“Sederhana aja. Alasan kenapa orang yang bau badan nggak sadar kalau dia itu bau, ya karena nggak dikasih tahu atau ditegur. Karena nggak semua orang peka, jadi, akan lebih baik jika ditegur secara langsung dengan cara sebaik-baiknya. Daripada cuma diomongin di belakang, kan. Itu sih bukan solusi. Kalau nggak ada yang negur gue secara langsung, mungkin aroma badan gue akan tetap nggak enak.” Yanto menjawab dengan penuh keyakinan.

Pada poin tersebut, Yanto berhasil membuat saya paham dari sudut pandangnya sebagai seseorang yang sebelumnya juga memiliki aroma badan yang nggak sedap.”Tapi, kan, banyak orang yang beralasan, kalau ngasih tahu secara gamblang, khawatir bikin tersinggung atau sakit hati. Gimana, tuh?” lanjut saya, sedikit probing.

BACA JUGA YUK :  Menerka Perokok Mana yang Terduga Curankor dan Mana yang Menjadi Korban

“Namanya juga alasan. Yang nggak ada, suka diada-adain. Belum juga melakukan sesuatu, sudah overthinking kepikiran ini dan itu. Padahal, dicoba aja belum. Gimana, sih,” tegas Yanto dengan nada sedikit mangkel. Dari jawaban yang Yanto berikan, ada gambaran tentang bagaimana kita harus bersikap, sekaligus alasan kenapa orang yang bau badan, sering kali, atau bahkan hampir selalu, tidak menyadari akan bau badannya sendiri. Solusinya sudah cukup jelas, menegur dengan cara yang sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *