3 Alasan Kenapa Punya Kakak Perempuan Itu Nyebelinnya Minta Ampun

susahtidur.net – kakak perempuan

susahtidur.net – Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara. Dengan kata lain, anak bontot. Anak terakhir. Nggak punya adik. Nggak ada yang salah dari menjadi anak bungsu atau bontot. Apalagi, sudah menjadi rahasia umum bahwa anak bungsu itu biasanya dimanja oleh orang tua, bahkan para saudara kandungnya. Disayang banget gitu.

Namun, ada suatu persoalan terselubung yang akhirnya semakin saya sadari saat dalam proses menuju dewasa. Kakak saya adalah perempuan. Dan punya kakak perempuan, artinya harus melatih diri untuk lebih bersabar dalam segala hal. Utamanya dalam berkomunikasi, termasuk menjalani kegiatan sehari-hari.

Pasalnya, ada aja gitu yang dijadikan persoalan. Berdasarkan pengalaman pribadi, bagi saya, punya kakak perempuan itu ribet dan nyebelinnya minta ampun. Kalau soal sayang, ya jelas tetap sayang. Kami masih berhubungan baik dan saling berpelukan. Hal tersebut tidak bisa diganggu-gugat. Namanya juga saudara kandung. Keluarga. Tapi, selalu ada polemik lain dalam hubungan antara kakak dan adik yang, terkadang sulit dijelaskan.

Oleh karena itu, saya punya tiga alasan yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan, kenapa punya kakak perempuan itu nyebelinnya minta ampun. Dan hal ini akan saya terjemahkan ke dalam tiga poin yang mudah dipahami—mungkin juga relate dengan keseharian yang kalian alami.

Alasan punya kakak perempuan itu nyebelin #1 rajin ngegodain adik, giliran digodain balik malah ngambek

Hal ini sering terjadi pada kehidupan sehari-hari. Entah kenapa kakak perempuan itu terbilang rajin banget godain adiknya. Tujuannya mungkin ngajak bercanda. Dan ini terjadi berulang kali. Oke. Awalnya nggak apa-apa. Pikir saya, biarin aja, lah. Kalau didiemin, entar juga capek sendiri.

BACA JUGA YUK :  Jangan Kayak Squidward, Punya Selera Bagus Tapi Hidup Merana.

Nah, yang jadi permasalahan adalah, kakak saya, mungkin juga kakak perempuan lain di luar sana, giliran dibercandain balik malah ngambek. Nggak terima. Sekalinya marah bisa berlarut-larut. Padahal, jenis candaannya sama, lho. Maksud saya, kalau memang nggak mau dibercandain hal yang serupa, jangan bercandain adik sendiri dengan hal kayak gitu, dong.

Alasan punya kakak perempuan itu nyebelin #2 nggak percaya sama adiknya sendiri, giliran kena akibatnya baru tahu rasa

Hal ini biasa terjadi dalam kisah asmara si kakak perempuan. Awal mulanya pasti template. Nanya sama adik laki-lakinya tentang bagaimana pacar barunya, kado yang cocok buat ulang tahunnya, bagaimana kelihatannya. Baik secara fisik, sikap, maupun sifat. Itu sesuatu yang klise dan nantinya akan menjadi momen yang serba salah bagi si adik laki-laki.

Mau jawab jujur atau blak-blakan bilang nggak suka dan kurang sreg, pasti nanti dicecar sama pertanyaan yang detail-nya naudzubillah setan. Mau jawab secara diplomatis dan sesuai sama keinginannya, pasti nanti ditanya lagi, “Ah, masa, sih? Yang bener kamu? Kalau memang nggak suka atau nggak baik, bilang aja.”

Hadeeeh. Jadi harus gimana ini, lho.

Alasan kakak perempuan itu nyebelin #3 kalau diajak curhat hampir nggak pernah serius dan ngasih saran sekenanya

Meskipun saya sudah beranjak dewasa, bukan berarti saya bisa menyelesaikan segala persoalan dengan cara sendiri. Sebagaimana seorang Psikolog yang membutuhkan Psikolog lain. Atau seorang dokter yang membutuhkan dokter lainnya saat sedang sakit.

Kadang kala, saya juga curhat ke kakak untuk mendapatkan berbagai sudut pandang.

Nah, sering kali, saat saya betul-betul ingin curhat tentang berbagai hal, bahkan beberapa diantaranya bisa dibilang persoalan serius, responnya malah ogah-ogahan dan hanya bilang, “Yaelah, nanti juga kelar.”

BACA JUGA YUK :  Betapa Menyebalkan Curhat dengan Teman yang Sok Bisa Menilai Gestur Tubuh Orang Lain

Nggak salah juga sih kalau nantinya memang kelar. Harapan akhirnya memang akan demikian. Tapi, biar bisa kelar dengan cara yang benar, kan butuh nalar yang paripurna dalam prosesnya. Bukan hanya direspon sekenanya begitu, dong, kakakku sheyeng.

Di sisi lain, bisa dipahami bahwa, wujud kasih sayang dari kakak kepada adiknya itu mungkin memang beragam. Salah satunya, dengan bertindak menyebalkan kepada adik sendiri. Godain adiknya sampai merasa mangkel. Tapi, tolong, lah. Kalau digodain balik jangan ngambek gitu aja. Nggak seru, dong. Berasa diskakmat gitu dan permainan selesai. Padahal, seru-seruan aja belum. Jadi, bercandanya harus gimana, nih? Hiks.

Saya betul-betul nggak menyangka. Ternyata, perkara menghadapi kakak perempuan aja bisa sebegini ribetnya. Kadang dibuat serba salah. Kadang juga ngambek nggak jelas. Atau jangan-jangan, kakak perempuan bagi para adik laki-laki itu ada sebagai latihan sebelum berpacaran dengan sosok perempuan yang disukai. Bisa jadi ini misteri atau hanya sekadar konspirasi. Entah, lah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *